Desakita.co – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Jombang terus mendorong lahirnya penulis-penulis lokal melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Kearifan Lokal. Pertemuan kedua dilaksanakan pada Selasa (9/9) di lantai dua Perpustakaan Mastrip Jombang. Diikuti 34 peserta yang dibagi enam kelompok.
’’Pertemuan kedua ini fokus pendalaman materi dari pertemuan pertama. Peserta mendapatkan pembekalan tentang teknik menulis, proses menerbitkan buku, hingga pembagian kelompok kerja,’’ kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, Sri Surjati.
Nantinya, setiap peserta diharapkan mampu menghasilkan minimal satu karya tulis yang akan dicetak dan diterbitkan menjadi sebuah buku.
Disperpusip menghadirkan tiga narasumber dalam pertemuan kedua kemarin. Andi Kepik, Dian Sukarno, dan Cucuk Espe. Ketiganya merupakan penulis lokal yang sudah berkiprah di Kabupaten Jombang. Diharapkan, pengalaman dan ilmu yang mereka bagikan dapat menumbuhkan semangat baru sekaligus memperbanyak kader penulis di daerah.
’’Pada dasarnya tugas Disperpus memberikan informasi, termasuk bagaimana masyarakat bisa menulis, menerbitkan buku, hingga menjual karyanya sehingga berdampak pada meningkatnya kesejahteraan. Ruang-ruang seperti ini akan terus kami buka. Kami juga memberikan pendampingan, bahkan sudah ada grup Lingkar Pena khusus bagi peserta penulisan,’’ jelasnya.
Bimtek berlangsung empat tahap. Tahap pertama berupa persiapan penulisan dan penugasan. Tahap kedua penelaahan hasil karya. Tahap ketiga evaluasi dan finalisasi tulisan. Serta tahap keempat berupa proses membukukan dan menerbitkan karya peserta.
Pertemuan berikutnya dijadwalkan pada 23 September. Saat itu karya tulis peserta harus sudah rampung. Setiap peserta diharapkan mampu menghasilkan tulisan berbasis budaya lokal sehingga tidak hanya meningkatkan kompetensi kepenulisan, tetapi juga melestarikan kearifan lokal Jombang. (wen/jif)






