Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampungan, Kecamatan Bareng berhasil mengerakkan perekonomian masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera. Komitmen awal dalam membangun badan usaha yang berkelanjutan untuk memajukan perekonomian rakyat dan mensejahterakan masyarakat, kini mulai berjalan dan menuai hasil.
Hal tersebut turut diapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dengan dipilihnya Desa Ngampungan sebagai salah satu penerima piagam penghargaan dalam kategori BUMDesa Berkinerja Baik 2025. Penghargaan tersebut diberikan oleh Bupati Jombang Warsubi saat upacara HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Alun-alun Jombang, Minggu (17/8) pagi.
Kepala Desa Ngampungan Rohan mengatakan, Bumdes berkinerja baik merupakan cermin kemandirian ekonomi desa yang tumbuh dari kekuatan lokal. ”Dengan tata kelola yang transparan, inovatif dan profesional, BUMDes harus mampu mengelola unit usaha yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui praktik bisnis yang sehat dan pelayanan yang berpihak pada kebutuhan warga, BUMDes menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi desa yang mandiri. Beberapa indikator penilaian telah mampu dipenuhi oleh Pemdes Ngampungan melalui BUMDes Maju Sejahtera. Di antaranya telah berbadan hukum, memiliki unit usaha yang dikelola lebih dari tiga unit usaha serta telah mencapai nilai omzet tinggi dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat desa. ”Jumlah karyawan yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan unit usaha BUMDes juga telah terpenuhi,” tandas Rohan.
Salah satu yang menjadi andalan adalah unit wisata Pandansili. Konsep wisata air yang telah di-launching sejak 2020 tersebut telah menjadi salah satu ikon desa. ”Wisata Pandansili menjadi ujung tombak kami karena terbukti mampu menyumbang pendapatan asli desa (PADesa) Ngampungan hingga puluhan juta rupiah per tahun,” terang Rohan.
Hal tersebut menjadi wujud komitmen Pemdes Ngampungan mendongkrak perekonomian warga di sekitar Desa Ngampungan menjadi lebih berkembang dan berdaya. ”Ini menjadi bukti pengoptimalan potensi lokal di tingkat desa yang dapat dimaksimalkan melalui berbagai upaya dan sinergi dengan tujuan mulia untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa,” pungkasnya. (dwi/naz)












