Pemerintahan

Rencana Pembangunan Huntap Warga Terdampak Longsor di Desa Sambirejo Jombang: Pemkab Usulkan Anggaran ke Pusat

×

Rencana Pembangunan Huntap Warga Terdampak Longsor di Desa Sambirejo Jombang: Pemkab Usulkan Anggaran ke Pusat

Sebarkan artikel ini
TAK BOLEH DITEMPATI: Belasan rumah warga yang ambruk di Dusun Jumok, Desa Sambirejo Wonosalam berbahaya dan tidak boleh ditempati.

Desakita.co – Puluhan warga Dusun sambirejo, Kecamatan Wonosalam yang rumahnya terdampak tanah longsor sudah menempati hunian sementara yang dibangunkan pemkab.

Meski begitu, pemkab tetap mengupayakan pembangunan hunian tetap (huntap). Lahan yang ditunjuk, yakni TKD milik Pemdes Sumbirejo di Dusun Jumok.

”Ya, berdasarkan hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kita direkomendasikan menggunakan lahan TKD yang ada di Dusun Jumok,” kata Stevy Maria, penanggung jawab operasional lapangan, penanggulangan bencana dan kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang.

Baca Juga: Kajian Lokasi Hunian Tetap Warga Terdampak Tanah Gerak di Desa Sambirejo Jombang Klir, Ini Hasilnya

Setelah mengantongi hasil kajian, pihaknya segera menggelar rapat bersama antarstakeholder terkait. termasuk menyosialiasikan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Profil Lengkap Agus Santoso Camat Tembelang Jombang: Lulusan IPDN 1994, Ingin Jadi Abdi Negara Sejak Kecil

”Setelah kita kita adakan rapat dulu terkait hasil rekomendasi dari PVMBG termasuk memastikan persetujuan masyarakat terdampak,” tambahnya.

Pemkab dalam merelokasi warga terdampak bencana selalu meminta persetujuan masyarakat.

”Yang penting lahan siap, penelitian sudah ada, dokumen rencana rehabilitas rekonstruksi pascabencana berbasis pengkajian kebutuhan pascabencana nanti insya Allah oke,’’ terangnya.

Dijelaskan, nantinya pemkab hanya menyiapkan lahan. Terkait anggaran untuk pembangunan hunian tetap akan diusulkan kepada pemerintah pusat.

”Yang jelas nanti untuk pembangunan kita akan mengusulkan ke beberapa pihak, mulai BNBP, BPBD provinsi hingga CSR dari stakeholder terkait,” jelas dia.

Baca Juga: BPBD Jombang Ungkap Alasan TKD di Dusun Jumok, Desa Sambirejo Jombang Jadi Lokasi Huntap: Aman dan Hemat Anggaran

Baca Juga:  Dukung Percepatan Investasi, Ini Tiga Inovasi Dinas Tenaga Kerja Jombang

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Sambirejo Sungkono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait penentuan lahan huntap.

”Kami masih menunggu laporan hasil penelitian. Karena yang melakukan penelitian kan dari pemda sama pusat,” ujar dia.

Dari informasi yang ia terima, memang lokasi yang diharapkan warga adalah lahan yang berada di Dusun Jumok. Warga tidak ingin jika direlokasi ke luar desa.

”Pada intinya warga tetap ingin di dalam Jumok saja,” papar dia.

Lahan tanah kas desa (TKD) yang kini ditempati huntara memiliki luas sekitar 2,4 hektare.

Lahan TKD tersebut adalah tanah ganjaran dari beberapa perangkat desa di Sambirejo. ”Kalau TKD itu digunakan tentu nanti kita cari lahan pengganti,” pungkasnya.

Baca Juga:  Melonjak 100 Persen, Perekaman KTP Elektronik di Jombang Jelang Pemilu Sehari Tembus 600 Orang

Baca Juga: 12 Huntara Selesai Dibangun, Warga Terdampak Longsor di Desa Sambirejo Jombang Mulai Boyongan

Seperti diberitakan sebelumnya, belasan rumah warga di Dusun Jumok, Desa sambirejo, Kecamatan Wonosalam rusak berat lantaran terdampak tanah longsor (7/3).

Beruntung tidak ada korban jiwa dari insiden ini. Karena dinilai rawan bahaya, tercatat sedikitnya 36 jiwa dari sekitar 12 KK harus mengungsi.

Sebagai langkah, pemkab membantu warga dengan mendirikan hunian sementara (huntara) di atas TKD Sambirejo. Setelah selesai dibangun, pemkab pun menyerahkan kunci huntara kepada warga. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *