Pemerintahan

Imbas Dam Karet Jatimlerek Rusak, Petani di Desa Gebangbunder Jombang Cari Alternatif Sedot Air Sungai

×

Imbas Dam Karet Jatimlerek Rusak, Petani di Desa Gebangbunder Jombang Cari Alternatif Sedot Air Sungai

Sebarkan artikel ini
AMBIL AIR: Pompa besar menyedot air di pinggir kali Beng Desa Gebangbunder Kecamatan Plandaan (20/6).

Desakita.co – Kesulitan pengairan sawah akibat jebolnya dam karet Jatimlerek dirasakan pula sejumlah petani di Desa Gebangbunder, Kecamatan Plandaan Jombang.

Agar tetap bisa memenuhi kebutuhan air bagi sawah yang terlanjur ditanami padi, kini dipasang pompa.

Sejumlah petugas dari PSDA Ploso terlihat sibuk menata sebuah pompa besar di pinggir kali Beng di Desa Gebangbunder.

Lokasinya, berada tak jauh dari rumah pompa Gebangbunder.

Baca Juga: Imbas Dam Karet di Desa Jatimlerek Jombang Jebol, 52 Hektare Lahan Padi Dibongkar Akibat Kekurangan Irigasi

Baca Juga:  Perolehan Suara Unggul, Ini Sosok Kepala Desa Antara Waktu Terpilih Desa Sumberaji Jombang

Tanggul Kali Beng yang tinggi, terlihat dikepras untuk mobilisasi pompa ini.

Sementara beberapa petugas lainnya, menata pipa penyedot dan pipa penyalur di lokasi itu.

“Itu memang dampak dari penanganan di Dam Karet Jatimlerek juga, karena debit brantas turun, debit Kali beng juga turun sehingga air tidak bisa disedot lewat rtumah pompa yang ada,” terang Sultoni, Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Jombang.

Baca Juga:  Desa Godong Gudo Jombang Punya Gedung Futsal, Pemdes Segera Sediakan Fasilitas Pendukung

Pihaknya menyebut, sebenarnya rumah pompa itu berfungsi normal, mesinnya juga tak ada kendala.

Namun, karena debit air kecil dan lubang sedot di Kali Beng rendah, sehingga air tak bisa dipompa.

Baca Juga: Irigasi Tersendat Akibat Dam Karet Jebol, Petani di Desa Jatigedong Jombang Mulai Beralih Tanam Tembakau

Baca Juga:  Honor Juru Parkir Dishub Jombang Minim, Tapi Parkir Liar Dibiarkan Menjamur

“Karena itu kemarin kita minta bantuan pompa untuk menyedot, karena Gebangbunder juga membutuhkan irigasi karena beberapa sawah terlajur ditanami padi. Sementara dari Saluran Induk Jatimlerek tidak menjangkau,” imbuhnya.

Hingga Sabtu (22/6) siang, Sultoni menyebut proses penataan dan setting mesin pompa itu masih dilakukan.

“Masih disetting, karena kemarin sudah sempat dicoba tapi saluran penyedotnya terhalang lumpur, jadi harus digeser dulu,” pungkasnya. (riz/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *