Pemerintahan

Disinyalir Jadi Penyebab Banjir, Pj Bupati Jombang Sidak Bangunan Liar Tak Berizin

×

Disinyalir Jadi Penyebab Banjir, Pj Bupati Jombang Sidak Bangunan Liar Tak Berizin

Sebarkan artikel ini
PANTAU: Pj Bupati Jombang saat melakukan sidak bangunan liar di Jl. RE. Martadinata Kepatihan, Jombang Selasa (12/12).

Desakita.co – Vespa Pj Bupati Sugiat muncul lagi setelah lama tak terlihat akibat kasus nopol palsu.

Dalam program bupati tilik deso bervespa (Bulik Sospa), Selasa (12/12) pagi, ia kembali mengendarai sepeda vespa ke sejumlah tempat.

Termasuk meninjau bangunan liar tak berizin di Jl RE Martadinata Jombang.

Pantauan di lokasi, tampak Pj Bupati Sugiat naik vespa biru bernopol S 3980 OBX.

Vespa yang sebelumnya melanggar aturan itu sudah selesai sidang dan kini digunakan berkegiatan lagi.

Baca Juga:  Serahkan Hasil FGD Jombang Investment Forum 2024, Wujud Nyata PWI Jombang Dukung Percepatan Investasi

Pj bupati meninjau beberapa titik, mulai proyek fisik Dinas Perkim, serap aspirasi di Kantor Desa Jombang hingga bangunan liar tak berizin.

”Hari ini kita melanjutkan kegiatan Bulik Sospa dengan tujuan beberapa tempat, salah satunya meninjau beberapa aset tak berizin,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Di Jl RE Martadinata Jombang, ia mendapatkan sebuah bangunan liar yang dibangun warga.

Baca Juga:  Keren, Perumdam Tirta Kencana Jombang Sudah Tiga Kali Berturut-turut Sabet Predikat Bintang 5 dan Top CEO Ajang Top BUMD Awards

Bangunan permanen itu menutup saluran drainase.

”Ini menutupi dan sering menimbulkan genangan/banjir,’’ jelas dia.

Dari fakta itu akan ditindaklanjuti dengan melakukan penertiban.

”Ya, bangunan-bangunan permanen tidak berizin ini nanti akan kita tertibkan, karena ada sumbatan yang membuat banjir,’’ jelasnya.

Sebagai langkah awal, ia akan berkomunikasi dengan pemilik rumah/ahli waris bangunan.

Karena bangunan tersebut sudah lama tutup dan ahli waris berada di luar kota.

Baca Juga:  Gerak Cepat Pendirian Koperasi Desa Merah Putih, 150 Desa di Jombang Sudah Gelar Musdesus

“Beberapa dari mereka sudah membuat pernyataan kalau memang bukan miliknya dan siap ditertibkan,’’ tegas dia.

Setelah itu, rombongan Pj bupati melanjutkan peninjauan pengolahan sampah dengan mesin canggih bantuan dari Jerman di TPA Banjardowo.

”Kita ingin melihat seperti apa pengolahan sampahnya, dan ini memang kali pertama. Kita ingin petakan program apa yang bisa dikerjakan ke depan,’’ pungkas Sugiat. (ang/bin/ang)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *