Pendidikan

Dosen Unipdu Jombang Ini Berbagi Tips Jalani Hidup Slow Living Secara Islami

×

Dosen Unipdu Jombang Ini Berbagi Tips Jalani Hidup Slow Living Secara Islami

Sebarkan artikel ini
TELADAN: Dosen Unipdu, Dr Amrulloh Lc MThI saat menjadi narasumber Kajian Ramadan Unipdu, Sabtu (22/3).

DesaKita.co – Dosen Unipdu, Dr Amrulloh Lc MThI mengajak umat Islam khususnya civitas akademik Unipdu untuk menjalani hidup slow living secara islami.

’’Dalam Islam kita tidak diajarkan untuk menjalani hidup secara berlebihan. Namun menjalani hidup dengan slow living secara islami yang lebih bermakna,’’ terangnya saat menjadi narasumber Kajian Ramadan Unipdu di Islamic Center Unipdu.

Umat Islam diajarkan menjalani gaya hidup yang sederhana penuh makna. ’’Mendengar kata slow living jangan fokus pada kata slow, namun kita harus ketahui apa itu definisi dan indikator slow living,’’ tambahnya.

Baca Juga:  Lewat Sedekah Sampah, Ini Upaya MTsN 10 Jombang Menuju Madrasah Adiwiyata

Baca Juga: Ini Kunci Sukses SMA Darul Ulum 1 Unggulan Jombang Antarkan 81 Siswa Lolos SNBP

Dalam Islam, slow living itu santai, sederhana dan bermakna.

’’Kita jangan salah fokus ke kata santainya saja, sehingga mengerjakan apa-apa dengan pelan dan tidak selesai-selesa selesai. Bukan seperti itu. Tapi slow living adalah menjalani sesuatu dengan bermakna,’’ jelasnya.

Slow living itu bukan berarti santai. Seperti rebahan atau malas-malasan. Namun lebih pada menjalani hidup dengan mindfullnes atau dengan kesadaran penuh menjalani setiap aktivitas yang ada.

’’Slow living adalah kita lebih menikmati proses dan bukan hanya fokus pada hasil. Misalnya dapat tugas, ya segera dikerjakan dan dinikmati setiap prosesnya. Slow living lebih mengedepankan menjaga kualitas lebih penting daripada kuantitas,’’ jelasnya.

Baca Juga:  Cerita Ziaul Arif, Arek Mayangan Jogoroto Jombang Jadi Dosen Universitas Jember (1): Kini Tempuh S3 di Finlandia

Ada beberapa manfaat menjalani slow living secara islami. Pertama, dapat mengurangi kesibukan, mengurangi distraksi baik dari media sosial atau yang berbau informasi digital.

Baca Juga: Gelar Bazar Murah dan Santunan Duafa, Upaya Bank Jatim Jombang Dongkrak Perekonomian UMKM

’’Allah SWT tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Segalanya harus sederhana,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Bikin Emak-emak Merintih, Harga Daging di Jombang Melonjak, Simak Harganya

Dalam menjalani hidup slow living secara islami, segala sesuatu harus dilakukan dengan niat, penuh kesadaran, relevan dan ikhlas.

’’Niat itu sepertiga ilmu. Contohnya kita mengikuti kajian Ramadan ini, harus dengan niat mencari ilmu yang barokah,’’ paparnya.

Dalam mengerjakan sesuatu, umat Islam tidak dianjurkan melakukan secara tergesa-gesa. Karena jika tergesa-gesa maka hasilnya akan kurang maksimal.

’’Misalnya mahasiswa mengerjakan sistem SKS (sistem kebut semalam) tentu hasilnya kurang maksimal,’’ terangnya.

Menjalani hidup slow living secara islami adalah fokus pada bermakna. ’’Menikmati setiap proses dengan penuh makna,’’ tegasnya. (ang/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *