DesaKita.co – SMPN 2 Ngoro, Jombang berhasil menerapkan digitalisasi serta pengoptimalan kegiatan kokurikuler untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran serta berbagai kegiatan sekolah.
Kepala SMPN 2 Ngoro, Wiwik Astutik MMPd, berhasil merancang berbagai program untuk membentuk karakter siswa dan seluruh warga sekolah.
Kegiatan kokurikuler atau Pembelajaran Berbasis Proyek/Project Based Learning (PjBL) untuk siswa, disusun dengan jelas, ringkas, serta sesuai konteks Kurikulum Merdeka.
’’Manfaat dari kokurikuler/PjBL bagi para siswa untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan karakter siswa secara utuh. Serta menjadikan pembelajaran lebih aktif, bermakna, dan kontekstual,’’ tuturnya.
Di antaranya meliputi pengembangan keterampilan abad ke-21 guna melatih siswa untuk berpikir kritis, kreatif, berkomunikasi, dan berkolaborasi (4C).
Meningkatkan pemahaman melalui pengalaman nyata, tidak hanya teori.
Namun juga dengan praktik langsung melalui projek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melatih kemandirian dan tanggung jawab agar siswa belajar untuk merencanakan, melaksanakan, dan menyelesaikan projek secara mandiri maupun kelompok.
Menumbuhkan kreativitas dan inovasi, agar para siswa dapat secara bebas menuangkan ide, membuat produk, dan mencari solusi dari permasalahan nyata.
Membentuk karakter dan profil pelajar Pancasila dalam menguatkan nilai gotong royong, disiplin, kejujuran, kepedulian, dan tanggung jawab.
Meningkatkan motivasi dan minat belajar agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, bermakna, dan tidak membosankan.
Melatih keterampilan pemecahan masalah supaya siswa belajar mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan mengambil keputusan.
Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata dan hasil projeknya dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah atau masyarakat.
Mengembangkan keterampilan sosial agar para siswa dapat belajar untuk bekerja sama, menghargai pendapat, dan mengelola konflik.
SMPN 2 Ngoro, Jombang juga menerapkan digitalisasi dalam berbagai kegiatan sekolah.
Di antaranya Learning Management System untuk pembelajaran secara online (E-Learning). Absensi qr code yang terintegrasi pada notifikasi aplikasi Telegram orang tua (E-Absensi). Serta laporan nilai raport memakai aplikasi E-raport resmi dari Kemendikdasmen.
’’Tujuan utamanya agar tercipta transparansi, kedisiplinan serta interaksi tanpa batasan ruang antara pihak sekolah dengan para siswa dan orang tua serta wali murid melalui pemanfaatan media digital,’’ tandasnya. (dwi/jif)












