Desakita.co -Memasuki bulan ruwah yang bermakna ruwatan atau membersihkan disambut suka cita masyarakat Desa Pacing, Kecamatan Bangsal.
Pemerintah desa (pemdes) berperan aktif acara yang sekaligus menyambut bulan suci Ramadan dengan menggelar tahlil dan salawatan bersama sebagai perpaduan tradisi budaya Jawa dan Islam.
Rabu (26/2) warga berduyun-duyun memenuhi balai desa setempat sebagai tempat acara.
Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya yang terus dijaga.
’’Bukan hanya sebagai kegiatan tahunan, ruwah desa ini sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, meningkatkan ketakwaan, serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi Desa Pacing,’’ kata Kepala Desa Pacing Mustaji.
Lewat acara salawatan dan doa bersama tersebut, dia berharap agar tradisi ruwah desa tidak hanya menjadi momen spiritual.
Tetapi, sekaligus sebagai simbol persatuan dan kemajuan masyarakat desa.
’’Dengan berkumpul dalam doa dan zikir, kita menguatkan persatuan dan menanamkan nilai-nilai spiritual yang dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,’’ ulas dia.
Dia mengaku bersyukur karena sifat kegotong-royongan, guyub, dan rukun masih melekat pada hati warga.
Menurutnya, ruwah desa digelar sebagai wujud syukur pada Allah SWT, atas rezeki, karunia dan rahmat yang telah diberikan.
Serta mengenang jasa-jasa para leluhur desa.
’’Momen ruwah desa ini bertujuan agar senantiasa mengingat para leluhur yang telah mendahului kita,’’ imbuhnya.
Mustaji berharap tradisi ruwah desa tersebut dapat terus dijaga dan dilestarikan sebagai warisan budaya generasi mendatang.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon perlindungan dan kesejahteraan bagi semua warga desa.
’’Dengan tradisi ini, kami berharap Desa Pacing dapat terus berkembang dan tetap harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga acara ini membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi seluruh warga,’’ pungkasnya. (oce/ris)












