Uncategorized

3.633 Balita di Jombang Masih Stunting, Kecamatan Ini Miliki Kasus Paling Banyak

×

3.633 Balita di Jombang Masih Stunting, Kecamatan Ini Miliki Kasus Paling Banyak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Stunting (Kemkes.go.id)

DesaKita.co – Pekerjaan rumah Pemkab Jombang untuk mengatasi kasus stunting belum tuntas.

Hingga saat ini, sebanyak 3.633 balita dari total sekitar 73.000 balita di Kabupaten masuk kategori stunting.

Data tersebut disampaikan DPPKB-PPPA Jombang dalam kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahap II di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang, Rabu (6/11).

Baca Juga: Kunci Sukses Desa Kedungotok Jombang Raih Predikat Desa Lunas PBB-P2 Tercepat Kedua Kategori IV

”Sebanyak 3.633 balita tersebut mulai kasus lama dan kasus baru, antara data Februari-Agustus,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Kabupaten Jombang dr Pudji Umbaran.

Baca Juga:  Permudah Akses Warga, Pemdes Tembelang Jombang Tuntaskan Pembangunan Jembatan

Kasus stunting meningkat di beberapa kecamatan.

Seperti di Kecamatan Bandarkedungmulyo, kasus lama 32, kasus baru 68.

Kecamatan Diwek, kasus lama 135 ditambah kasus baru 192.

Kecamatan Jogoroto kasus lama 43 dan kasus baru 63.

Kecamatan Jombang kasus lama 96, kasus baru 195.

Baca Juga: Wujudkan Kabupaten Jombang Zero Kemiskinan Ekstrem, Ini Langkah Bappeda Jombang

Baca Juga:  Desa Pacing, Kecamatan Bangsal Ruwah Desa Sambut Ramadan, Jaga Tradisi dan Perkuat Silaturahmi

Kecamatan Mojowarno kasus lama 80, kasus baru 113.

Kecamatan Ngoro kasus lama 83, kasus baru 105.

Kecamatan Sumobito kasus lama 113, kasus baru 168.

Dan Kecamatan Tembelang kasus lama 53, kasus baru 144.

Kecamatan yang angka kasus stunting paling sedikit adalah Kecamatan Ngusikan, kasus lama tercatat hanya 19, dan kasus baru hanya 7.

”1.788 tercatat sebagai kasus lama, dan 1.845 merupakan kasus baru,” bebernya.

Baca Juga: Terapkan Ekonomi Sirkular, PT Bumi Indus Padma Jaya Kelola 2 Miliar Limbah Botol Plastik Per Tahun

Baca Juga:  Civitas Akademika Undar Jombang Dorong Pemilu yang Jujur, Serukan Sembilan Poin Soal Demokrasi

Balita dinyatakan lolos stunting jika tinggi dan berat badan timbangan sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sesuai usianya.

Pudji mengatakan, pihaknya tidak hanya akan mengatasi kasus stunting, tapi juga mencegah terjadinya kasus baru.

Pencegahan kasus stunting diberikan kepada calon pengantin, pengantin yang belum hamil, ibu hamil KEK (kekurangan energi kronis) dan yang mengalami anemia.

”Siapa yang melakukan pencegahan, yaitu kami lakukan secara konvergensi dalam pentahelix,” pungkasnya. (wen/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *