DesaKita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Jombang tahun ini fokus meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan.
Di antaranya kegiatan pavingisasi jalan lingkungan. Harapannya bisa melancarkan mobilitas warga.
Kepala Desa Kalikejambon Akhmad Iswahyudi mengatakan, wilayah desanya terbagi dalam tiga dusun. Meliputi Dusun Kalijaring, Dusun Kalak, dan Dusun Sawen.
Pembangunan jalan paving tahun ini dilakukan di dua lokasi, yakni di Dusun Kalijaring dan Dusun Kalak.
”Seluruh pembangunan telah rampung dan manfaatnya telah dirasakan warga setempat,” kata Iswahyudi.
Sebelum dibangun, kondisi dua jalan lingkungan tersebut rusak. Setelah dilakukan pavingisasi, sekarang sudah mulus. Jalan tersebut sangat menunjang mobilitas warga.
Selain berada di lingkungan padat penduduk juga merupakan akses menuju kawasan pendidikan.
Ia berharap dengan rampungnya peningkatan akses jalan di berbagai titik, akses jalan bagi warga kini semakin mudah serta berdampak pada peningkatan perekonomian warga sekitar.
Dijelaskan, sesuai dengan musyawarah desa (musdes), mulai dari BPD hingga tokoh masyarakat, jalan tersebut membutuhkan penanganan. Karena kondisinya sudah rusak dan menimbulkan genangan air saat hujan.
Karena pertimbangan tersebut, disepakati dilakukan penanganan. Hanya saja berdasarkan anggaran yang mencukupi dari Dana Desa (DD), material yang dipilih tidak berupa aspal atau rabat beton, melainkan paving.
Rincian anggaran DD tahun ini yang digelontorkan sebesar Rp 60.898.000 untuk pembangunan di Jalan Mayang RT 05/ RW 01 Dusun Kalijaring, dengan panjang 164 meter dan lebar 2,2 meter.
Sedangkan untuk lokasi kedua di RT 03/RW 03 Dusun Kalak sepanjang 60 meter dan lebar 3,20 meter dialokasikan anggaran sebesar Rp 33.390.000.
Seluruh proses pekerjaan dilakukan swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kalikejambon dengan melibatkan warga desa di sekitar lokasi pelaksanaan pembangunan.
”Dengan adanya pembangunan ini semoga semakin memperlancar aktivitas warga setempat dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” pungkas Iswahyudi. (dwi/naz)












