DesaKita.co – Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh mengikuti kegiatan retreat Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) bersama para Ketua DPRD se-Indonesia di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Kamis (16/4).
Berlangsung lima hari, 15 hingga 19 April 2026, fokus utamanya untuk memperkuat wawasan kebangsaan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.
Termasuk peningkatan kapasitas kepemimpinan strategis para pimpinan DPRD.
Politisi PKB ini menegaskan, retreat diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik.
Untuk mengawali kegiatan, para peserta terlebih dahulu mengikuti rangkaian rapat kerja teknis yang difasilitasi oleh Akdasi (Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia) sebagai bagian dari persiapan.
’’Dalam forum ini, kami membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan peran DPRD hingga sinkronisasi isu-isu prioritas antara daerah dan pusat agar pelaksanaan retreat ini benar-benar efektif dan tepat sasaran,’’ ungkap Ayni Zuroh.
Menurutnya, keikutsertaan para pimpinan DPRD menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan daerah.
Terutama dalam menghadapi dinamika pemerintahan yang semakin kompleks.
’’Pada prinsipnya, retreat ini untuk memperkuat pimpinan legislatif daam mensukseskan program Asta Cita untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045. Termasuk mengawal Asta Cita sebagai agenda pembangunan nasional ke dalam kebijakan daerah,’’ jelasnya.

Praktisnya, hemat Ayni, kegiatan ini juga untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan daerah.
Sehingga setiap program yang dijalankan di daerah dapat selaras dengan arah pembangunan nasional.
’’Di lain sisi, momentum ini turut menjadi ruang konsolidasi bagi para pimpinan DPRD untuk menyamakan persepsi dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan,’’ urainya.
Ayni menjelaskan sejumlah materi mencakup berbagai aspek strategis turut diberikan kepada para peserta.
Mulai dari kepemimpinan, wawasan kebangsaan, hingga strategi pembangunan daerah yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Lalu pembangunan ekonomi hijau, biru, dan ekonomi sirkular berbasis pelestarian alam.
’’Tak terkecuali kemandian ekonomi dan ketahan pangan,’’ tuturnya.
Retreat ini tentu tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi wadah pembelajaran dan penguatan kapasitas yang konkret bagi para pimpinan daerah.
Tak urung pihaknya berharap setelah digembleng lima hari, saat pulang mampu membawa berbagai pengalaman dan wawasan baru untuk diterapkan dalam meningkatkan kinerja DPRD Kabupaten Mojokerto.
’’Sekaligus memperkuat peran lembaga legislatif dalam mendukung pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan nasional,’’ pungkasnya. (ori)







