Pemerintahan

Sedekah Bumi Jelakombo Jombang Kembali Digelar, Warga Perantauan Rela Pulang Kampung

×

Sedekah Bumi Jelakombo Jombang Kembali Digelar, Warga Perantauan Rela Pulang Kampung

Sebarkan artikel ini
TELADAN: Camat Jombang Muchtar memberikan sambutan saat acara sedekah bumi di area makam lingkungan Kwijenan, Sabtu (11/7).

Desakita.co – Tradisi sedekah bumi di Kelurahan Jelakombo, Kecamatan Jombang, kembali digelar di area makam lingkungan Kwijenan, Sabtu (11/7). Ratusan warga berkumpul untuk doa bersama, sebagai wujud rasa hormat kepada para leluhur sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi.

Acara tahunan ini selalu menjadi momentum mempererat silaturahmi. Warga yang merantau pun pulang kampung demi ikut serta dalam tradisi turun-temurun tersebut. Selain doa bersama, sedekah bumi juga menghadirkan hiburan wayang tradisional yang menambah semarak suasana. Jajaran forkpimcam Jombang juga turut hadir.

Baca Juga:  Pemdes Tejo Mojoagung Jombang Dukung Program P3-TGAI, Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Tradisi ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengenalkan lurah baru Jelakombo, Rahmanu Handiyoko Atmojo. Ia menggantikan Antin Sukma Utami yang kini menjabat Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo.

Baca Juga:  Sambut Bulan Suro, Warga Sumberbeji Jombang Gelar Kirab Budaya dan Wayang Kulit

Antin berpesan agar sedekah bumi tetap lestari meski kepemimpinan berganti. ”Acara sedekah bumi merupakan wujud komitmen dukungan pemerintah terhadap kelestarian tradisi dan budaya lokal yang ada di masyarakat,” tandasnya.

Selain menjaga budaya, sedekah bumi terbukti menggerakkan ekonomi lokal. ”Pedagang dan pelaku usaha kecil mendapat berkah dari ramainya warga dan pengunjung yang hadir,” tandasnya.

Baca Juga:  Mendes PDT Minta Pengurus KDKMP Tak Risau, Kewenangan PT Agrinas Hanya Selama Dua Tahun

Camat Jombang Muchtar menambahkan, sedekah bumi bukan sekadar ritual, melainkan sarana memperkuat kebersamaan. ”Dengan terlaksananya sedekah bumi, maka nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong akan semakin kuat serta keimanan dan ketakwaan makin meningkat,” ujarnya. (dwi/naz)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *