DesaKita.co – Kantor Cabang Yayasan Belajar Membaca Alquran (BMQ) Attartil Jombang menggelar wisuda di ruang Bung Tomo Pemkab Jombang, Minggu (18/1).
Wisuda Pendidikan Guru Pengajar Alquran (PGPG) ke-11 diikuti 87 peserta. Serta Wisuda Pendidikan Guru Tarjamah Lafdhiyah Alquran (PG Tarjim) ke-5 diikuti 18 peserta.
’’Banyak kenikmatan yang kita dapatkan dari mengikuti pembinaan di BMQ Attartil. Mari kita bagi kenikmatan itu kepada orang lain,’’ kata Ketua Cabang BMQ Attartil Jombang, Fauziyah SPdI.
Caranya, mengajarkan ilmu yang telah diperoleh dari BMQ Attartil.
’’Dengan rasa senang mengajarkan Alquran, maka apapun akan terasa ringan,’’ terangnya.
Seperti yang dia buktikan selama 20 tahun mengembangkan Attartil di Jombang. Dari mulai satu TPQ, kini telah menyebar di ratusan TPQ di 16 kecamatan.
’’BMQ Attartil membantu meningkatkan kualitas guru Alquran. Kita juga sudah bekerjasama dengan dinas P dan K serta Kemenag Jombang untuk peningkatan kualitas pengajaran Alquran di sekolah dan madrasah,’’ terangnya.
Ketua BMQ Attartil Pusat, H Imam Syafi’i MM, mengajak para wisudawan bersyukur. ’’Syukur itu tandanya tidak berhenti,’’ terangnya.
Dia mengajak wisudawan PGPQ melanjutkan ke program PG Tarjim.
’’Haqqa tilawatih, membaca Alquran dengan sebenar-benarnya itu dengan lisan, akal dan hati,’’ terangnya.
Dengan memahami makna Alquran, maka saat membaca bisa melibatkan akal dan hati sehingga akhirnya bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. ’’Guru Quran pasti hidupnya berkah,’’ tegasnya.
Sekdakab Agus Purnomo membacakan sambutan Bupati Warsubi mengajak para guru Alquran mengajar dengan ikhlas.
’’Bupati mengapresiasi BMQ Attartil yang telah konsisten membina guru-guru Alquran. Guru Quran harus menjadi teladan akhlak sehingga menjadi jariyah yang pahalanya terus mengalir,’’ urainya.
Pengasuh PP Annashriyah Bahrul Ulum Tambakberas, KH Ahmad Taqiyuddin, meminta para guru ikhlas dalam mengajarkan Alquran.
’’Orang yang mengajar Alquran, maka anak-anaknya akan dijadikan ahli Quran oleh Allah Ta’ala,’’ tegasnya.
Tugas guru itu memperbaiki, menjaga agar terus baik serta mengembangkan agar terus semakin baik.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Ada satu orang yang bisa mendapatkan hidayah melalui kita, itu nilainya sudah lebih dari kendaraan paling mewah,’’ terangnya.
Guru terbaik yakni orang yang ketika dipandang membuat ingat Allah. Ucapannya menambah ilmu. Serta sikapnya membuat cinta akhirat.
Wisudawan PGPQ terbaik; Siti Nur Khannah SPd dari Jombang, Siti Laylatul Izza SPd dari Tembelang dan Miftahul Karomah dari Jombang.
Wisudawan PG Tarjim terbaik; Andi Febi Pradana Fitra, Tamhidiyah dan Nuzulul Faizah. Ketiganya dari Kecamatan Jombang.
Wisudawan teladan; Miatun dari Kesamben usia 65 tahun. Serta Dra Hubbi Suhartini dari Gudo usia 62 tahun. (jif/naz)












