Pemerintahan

Desa Kedunglumpang Jombang Optimalkan Singkong Lokal, Warga Diajari Produksi Tepung Mocaf

×

Desa Kedunglumpang Jombang Optimalkan Singkong Lokal, Warga Diajari Produksi Tepung Mocaf

Sebarkan artikel ini
MANFAATKAN POTENSI LOKAL: Kepala Desa Kedunglumpang Juprianto mendampingi jajaran Dinas Ketaprik Kabupaten Jombang dan narasumber saat pembinaan daerah rawan pangan di aula kantor Desa Kedunglumpang, Rabu (29/7) siang.

JOMBANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Kedunglumpang, Kecamatan Mojoagung, terus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui pembinaan daerah rawan pangan dengan mengoptimalkan pemanfaatan ketela pohon atau singkong yang melimpah di desa setempat.Program tersebut merupakan hasil sinergi Pemdes Kedunglumpang dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (Ketaprik) Kabupaten Jombang.

Kegiatan digelar di aula kantor Desa Kedunglumpang, Rabu (29/7), dengan diikuti 30 peserta yang terdiri atas kader Posyandu, pelaku usaha, dan perangkat desa. Dalam kegiatan itu, peserta mendapat materi sekaligus praktik pembuatan tepung mocaf (modified cassava flour) sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai tambah komoditas singkong.

Baca Juga:  Pemkab Jombang Tunggu Juknis dari Pusat, soal Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Kepala Desa Kedunglumpang Juprianto mengatakan, pembinaan tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan di tingkat desa. ”Kegiatan ini kami lakukan dalam upaya sinergi dengan pihak terkait dan narasumber berkompeten demi mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga:  Libatkan Generasi Muda dalam Pembangunan, Disporapar Jombang Adakan Pengkaderan Pemuda Pelopor

Menurut Juprianto, pembinaan daerah rawan pangan mencakup tiga aspek yang saling melengkapi, yakni pemanfaatan potensi lokal, diversifikasi pangan, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga aspek tersebut diharapkan mampu menciptakan desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan pangan. ”Kami berharap masyarakat mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, memperoleh akses terhadap pangan yang lebih beragam dan bergizi serta meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Dukung Kelestarian Lingkungan, PT CJI Ikuti Tradisi Tumpak Tandur Bumi Wono Ndadari

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami cara mengoptimalkan potensi pangan lokal, mendorong konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), sekaligus memperkuat kemandirian pangan di tingkat rumah tangga maupun desa. ”Melalui pembinaan, diskusi, dan praktik pengolahan pangan lokal, diharapkan masyarakat semakin mampu mengembangkan produk pangan yang bernilai tambah, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan desa secara berkelanjutan,” pungkasnya. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *