JOMBANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Genukwatu, Kecamatan Ngoro, tak sekadar menggelar perayaan kemerdekaan.
Lewat Karnaval Genukwatu Ethno Carnival Season IV, Pemdes terus membangun identitas desa sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi seni dan budaya lokal.
Karnaval yang digelar Sabtu (1/8) siang tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema Cerita Rakyat Nusantara, event tahunan itu menyuguhkan pawai budaya dan parade kreasi busana adat serta kesenian.
Pesertanya merupakan perwakilan masyarakat dan lembaga pendidikan di wilayah Desa Genukwatu.
Tahun ini, kemeriahan karnaval melibatkan 22 tim penampil dari tujuh dusun dengan total peserta mencapai sekitar seribu orang.
”Tahun ini total ada dua puluh dua tim penampil dari tujuh dusun dengan total peserta mencapai seribu orang,” ujar Kepala Desa Genukwatu Nana Febrianti.
Menurut Nana, konsistensi Pemdes menggelar event tersebut membuat Genukwatu memiliki identitas baru.
Tidak hanya dikenal di tingkat desa, karnaval yang rutin digelar sejak beberapa tahun terakhir itu mulai melambungkan nama Genukwatu ke kancah regional.
Konsep yang memadukan seni budaya dengan teknologi audio modern juga memberi dampak lain.
Event tersebut turut menggerakkan perekonomian warga setempat dan masyarakat sekitar.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, Pemdes Genukwatu menggandeng jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngoro serta berbagai pihak.
Sinergi tersebut dilakukan sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.
”Alhamdulillah masyarakat senang, mereka tumpah ruah menonton pagelaran di sepanjang rute, mulai dari lokasi start di Dusun Dayangan hingga finish di Dusun Kedungbokor,” tuturnya.
Jaminan kenyamanan dan keamanan selama kegiatan turut membuat antusiasme masyarakat meningkat.
Warga memadati sepanjang rute untuk menyaksikan berbagai penampilan peserta.
Bagi Pemdes Genukwatu, karnaval tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen bersama Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) dalam menghadirkan perayaan kemerdekaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Lebih dari sekadar hiburan, momentum kemerdekaan juga dijadikan pengingat bahwa perjuangan harus terus dilanjutkan dalam bentuk yang berbeda.
”Kemerdekaan bukan diberikan, tetapi harus diperjuangkan. Jika dahulu para pejuang berjuang melawan penjajah, maka saat ini kita berjuang untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” tegas Nana.
Pemdes Genukwatu juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Mulai dari masa persiapan hingga acara selesai.
”Alhamdulillah, acara berjalan lancar sampai selesai sesuai harapan kami.
Semoga di tahun-tahun mendatang acara ini semakin meriah dan juga berdampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
(dwi/naz)












