Pemerintahan

Mendes Yandri: Bantuan Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi

×

Mendes Yandri: Bantuan Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Mendes Yandri: Bantuan Desa Harus Jadi Penggerak EkoMenteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi dengan Bupati Aceh Barat Tarmizi di Ruang Kerja Mendes, Kalibata Jakarta, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT)

DesaKita.co – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mendorong bantuan terhadap program pembangunan desa tidak berhenti pada pemberian bantuan saja, tetapi diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Mendes Yandri, dikutip di Jakarta, Jumat, setiap program yang dijalankan harus memberikan manfaat berkelanjutan serta mampu mendorong produktivitas dan potensi ekonomi desa.

“Kalau program saat ini mesti melakukan pemberdayaan ekonomi, jadi bantuan tidak hilang sekali bantu. Misal jalan, itu dalam ketahanan pangan bisa menunjang ketahanan pangan atau dia menghasilkan produksi, misal desa tematik, desa melon, desa telur, dan lain sebagainya,” kata Mendes.

Baca Juga:  Makin Canggih, Petani Kopi di Wonosalam Jombang Ini Miliki Alat Roasting Modern

Mendes Yandri mengatakan bantuan yang diberikan ke desa diharapkan dapat menjadi pemicu bagi desa untuk mengembangkan potensi dan komoditas unggulan sesuai karakteristik wilayah. Dengan demikian kegiatan ekonomi produktif dapat terus berkembang.

Hal itu pun telah disampaikan oleh Mendes Yandri saat beraudiensi dengan Bupati Aceh Barat Tarmizi di Ruang Kerja Mendes, Jakarta, Kamis (3/9).

Baca Juga:  Tak Kalah Meriah dengan Kenduren, Desa di Jombang Ini Punya Andum Tumpeng Jambu Raksasa

Dalam kesempatan itu Mendes Yandri menekankan pentingnya optimalisasi potensi desa dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, termasuk untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, desa dapat diarahkan menjadi sentra produksi komoditas tertentu sesuai potensi wilayah dan dikembangkan secara terintegrasi dalam satu kawasan melalui kerja sama antardesa.

“Bahan MBG harusnya dari desa. Makanya, desa harus jadi desa petelur, desa cabai, desa tematik intinya. Kalau bisa, satu kawasan, satu jenis desa tematik. Nanti dibuat BUMDesma (Badan Usaha Desa Bersama). Nanti, saling bantu di satu kawasan,” kata Mendes Yandri.

Baca Juga:  Desa Wonokerto Jombang Punya 11 Poskamling, Masuk Nominator Kapolres Award Desa Aman

Pengembangan desa tematik tersebut, kata dia, juga diharapkan dapat membangun rantai ekonomi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Menurut dia, melalui penguatan kerja sama antardesa dan BUMDesma, potensi produksi desa dapat dikonsolidasikan. Dengan demikian dapat tumbuh skala ekonomi yang lebih besar, sekaligus akses pasar yang lebih luas untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat desa. (*/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *