Pendidikan

Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Hukum Teknologi Tergantung Penggunanya

×

Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Hukum Teknologi Tergantung Penggunanya

Sebarkan artikel ini
MENDALAM: Ketua Yayasan Unipdu, KH Zaimuddin Wijaya As’ad (Gus Zuem), saat menyampaikan materi pada kajian Ramadan di Islamic Center Unipdu, Rabu (20/3). (Rojiful mamduh/Radar Jombang)

DesaKita.co – Teknologi ibarat pisau. Jika digunakan untuk kebaikan bisa berpahala. ’’Tapi jika digunakan untuk keburukan bisa berdoa,’’ kata Ketua Yayasan Unipdu, KH Zaimuddin Wijaya As’ad (Gus Zuem), saat menyampaikan materi pada kajian Ramadan yang digelar PSQ di Islamic Center Unipdu, Rabu (20/3).

Teknologi sekarang ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan. ’’Kita harus memanfaatkan teknologi sebesar-besarnya agar tidak ketinggalan,’’ terang Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah VII, Jawa Timur ini.

Baca Juga:  Bawa Hasil Panen ke Gereja, Ribuan Jemaat GKJW Mojowarno Jombang Rayakan Riyaya Unduh-Unduh

Untuk mengendalikan teknologi harus dimulai dari diri sendiri. ’’Minimal ketika sedang berbicara dengan orang lain, jangan pegang HP,’’ sarannya.

Teknologi seperti HP mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat dekat. ’’Satu keluarga makan satu meja, tapi masing-masing chating dengan yang jauh,’’ urainya.

Baca Juga:  Dukung Jombang Resik dan Masyarakat Terliterasi Keuangan, PT MBK Ventura Gelar Edukasi Keuangan dan Salurkan Bantuan

Bahkan anak kecil yang menangis pun baru mau diam ketika diberi HP. Suami istri ketika bangun tidur yang pertama kali dicari juga HP. Padahal tatapan suami istri lebih penting dari jari yang mengetik.

’’Menunjukkan kedekatan fisik kepada anak-anak sangat penting,’’ ucapnya. Mengajak ngobrol anak. Salaman dan memeluknya sangat penting untuk membangun kedekatan. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sering memeluk anak cucunya karena bisa menguatkan kasih sayang.

Baca Juga:  Cegah Pemerasan, Toko Madura di Desa Gambiran Jombang Diminta Lapor 110

Anak juga harus dijaga dari kejahatan cyber. Orang tua harus sering mengecek lalu lintas anak di medsos. Mengetahui pertemanan anak di medsos. Serta tidak segan menasihati jika ada yang kurang baik.

’’Aktifikan keamanan dari ancaman cyber. Kontrol, batasi dan blokir web tertentu yang tidak baik bagi anak,’’ paparnya. (jif/naz/fid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *