Pendidikan

UNIPDU Jombang Sukses Gelar Wisuda ke-25: Komitmen Cetak Lulusan Berdaya Saing Internasional, Perluas Kerja sama Global

×

UNIPDU Jombang Sukses Gelar Wisuda ke-25: Komitmen Cetak Lulusan Berdaya Saing Internasional, Perluas Kerja sama Global

Sebarkan artikel ini
TELADAN: Rektor Unipdu Dr. dr. H.M. Zulfikar As’ad, MMR foto bersama seluruh tamu wisudawan

JOMBANG – UNIPDU atau Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana ke-25 di Gelora Abi As’ad Unipdu, Minggu (23/8).

Sebanyak 409 wisudawan mengikuti prosesi wisuda dengan khidmat.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Forkopimcam, tamu undangan, serta tamu spesial dari Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya, yakni Director General Mr David Lin yang juga berkenan menyampaikan sambutan ucapan selamat kepada Unipdu dan wisudawan.

Rektor Unipdu Dr. dr. H.M. Zulfikar As’ad, MMR atau Gus Ufik, menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan. Menurutnya, kelulusan atau wisuda merupakan awal tahapan bagi alumni untuk mengembangkan kemampuan dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Dia mengatakan, Unipdu terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus.
”Unipdu terus mengembangkan diri dan melengkapi fasilitas sesuai kebutuhan serta tantangan zaman,” ujarnya.

Pengembangan kampus, lanjut Gus Ufik, juga diarahkan untuk memperluas pengalaman mahasiswa di tingkat internasional. Salah satunya melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) seperti KKN maupun kerja sama dengan lembaga dan perguruan tinggi luar negeri.

Baca Juga:  Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel, Begini Penjelasan Senat Unipdu Jombang

Beberapa waktu lalu, mahasiswa Unipdu mengikuti program KPM atau kuliah pengabdian masyarakat di Malaysia. Selain itu, jejaring kerja sama internasional terus diperluas dengan sejumlah negara, seperti Taiwan, Prancis, Thailand, dan Vietnam.

Kerja sama dengan IFI Surabaya – Institut français Indonésie juga terus berjalan salah satunya kepercayaan kepada UNIPDU sebagai lembaga pengujian bahasa Perancis atau DELF dan juga TOEFL untuk Bahasa Inggris dg IIAF. Sejumlah mahasiswa Unipdu bahkan mendapat kesempatan melanjutkan pengembangan pendidikan ke luar negeri.

”Program ini kami siapkan agar mahasiswa memiliki pengalaman dan kemampuan untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Zulfikar.

Dia berpesan agar para wisudawan tidak berhenti belajar dan mengembangkan kompetensi setelah lulus.

Baca Juga:  Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Sejak Muda Harus Berlatih Kontrol Belanja

Alumni juga diminta tetap menjaga nilai-nilai yang diperoleh selama menjadi bagian dari Unipdu.

“Kami mohon doa dan dukungan para orang tua, alim ulama, serta seluruh hadirin agar para alumni dapat membawa nama baik Unipdu,” tuturnya.

 

Beasiswa Pemkab Jombang

Sementara itu, Bupati Jombang yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Jombang Ibu Dra Wor Windari MSi menyampaikan ucapan selamat dan salam dari Bupati Jombang.

Apresiasi juga disampaikan dalam wujud Beasiswa untuk 30 mahasiswa asal Jombang yang sudah dibahas dengan Rektor untuk belajar di UNIPDU dengan memprioritaskan calon mahasiswa yang secara potensi sangat baik namun masuk kategori tidak mampu atau desil tertentu.

Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum (Yapetidu) Drs. KH. M. Zaimuddin W. As’ad, MS., mengingatkan wisudawan bahwa ilmu bukan satu-satunya bekal dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, alumni juga harus memiliki akhlak, menjaga amanah, dan terus berbuat baik.

Dia kemudian menyampaikan enam pesan yang diambil dari kisah Imam Al-Ghazali.
Pertama, kematian merupakan hal yang paling dekat dengan manusia.

Baca Juga:  Minat Daftar? 27 Kepala SD Negeri di Jombang Kosong, Mayoritas Sudah Pensiun

Karena itu, setiap orang diminta tidak menunda kebaikan. Kedua, hal yang paling jauh adalah masa lalu. Waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali sehingga harus dijadikan pelajaran.
Ketiga, hal yang paling besar adalah nafsu.

Alumni diminta mampu mengendalikan diri agar tidak terjebak pada keinginan yang merugikan. Keempat, hal yang paling berat adalah amanah atau kepercayaan.
“Amanah adalah hal yang paling berat. Kalau mendapat amanah, jangan dilanggar,” tegas Gus Zuem

Kelima, hal yang paling ringan adalah salat. Justru karena dianggap ringan, manusia sering kali mudah meninggalkannya. Terakhir, hal yang paling tajam adalah perkataan atau lisan. Di era digital, pesan tersebut juga berlaku terhadap aktivitas di media sosial.
”Kalau pesan ini dipraktikkan, insyaallah akan mendapat pertolongan Allah SWT,” pungkasnya.(ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *