Pemerintahan

Empat Petugas Pemilu di Jombang Gugur, KPU Jombang Beri Santunan ke Ahli Waris, Ini Rinciannya

×

Empat Petugas Pemilu di Jombang Gugur, KPU Jombang Beri Santunan ke Ahli Waris, Ini Rinciannya

Sebarkan artikel ini
BELA SUNGKAWA: Jajaran KPU Jombang saat takziyah ke rumah salah satu petugas pemilu yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Desakita.co – Jumlah petugas pemilu di Kabupaten Jombang yang dilaporkan meninggal dunia cukup banyak.

Dari catatan KPU Jombang, total ada empat petugas pemilu mulai tingkat TPS hingga PPS yang dilaporkan meninggal dunia.

Ketua KPU Jombang Abdul Wadud Burhan Abadi menyampaikan total ada empat penyelenggara pemilu yang meninggal dunia sejak 25 Januari hingga 25 Februari.

Hal itu, diungkapkan saat rapat evaluasi penyelenggaraan pemilu di kantor KPU Jombang, Kamis (21/3) lalu.

Baca Juga:  Upaya Tarik Wisatawan, Disporapar Jombang Adakan Anjasmoro Fun Adventure Bike 2024

”Ya, memang ada empat yang meninggal dunia,’’ ujar dia melalui Komisioner KPU Jombang Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia Rita Darmawati.

Dijelaskan, dari keempat petugas itu tidak ada yang meninggal pada hari coblosan 14 Februari.

Melainkan ada yang meninggal usai mengikuti bimtek maupun meninggal usai mengikuti rekapitulasi di tingkat kecamatan.

”Jadi memang tidak pada hari-H,” jelas dia.

Baca Juga:  Bangun Kantor Lebih Memadai, Cara Pemdes Peterongan Jombang Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Dijelaskan, keempat petugas pemilu tersebut masing-masing Wahuri.

Petugas ketertiban TPS 06, Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito dilaporkan meninggal usai mengikuti pendirian TPS.

Kedua, Abdul Aziz. Ketua PPS 03, Desa Ngoro, Kecamatan Ngoro dilaporkan meninggal setelah selesai mengikuti kegiatan distribusi C pemberitahuan. Ia mengeluhkan sakit dan meninggal setelah menjalani perawatan.

Ketiga, Prasetya Wahyu Jatmiko. Sekertariat PPS Desa Miagan, Kecamatan Mojoagung ini dilaporkan mengalami sakit usai mengikuti kegiatan rekapitulasi di tingkat kecamatan. Terakhir, Dwi Rista Anggraini.

Baca Juga:  Bertahun-Tahun Tak Ada Penanganan, Tanggul Kritis Kali Gunting di Desa Betek, Mojoagung Jombang Akhirnya Diperbaiki

Ketua PPS TPS 012, Desa Ngrandulor, Kecamatan Peterongan dilaporkan meninggal pada 25 Januari usai mengikuti pelantikan dan bimtek.

”Terhadap petugas pemilu yang meninggal sesuai regulasi kita sudah memberikan santunan kepada ahli waris dengan total Rp 46 juta. Masing-masing Rp 10 juta diperuntukkan biaya pemakaman dan Rp 36 juta untuk ahli waris,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *