Desakita.co – Di balik pemimpin yang hebat, ada perempuan hebat di belakangnya”. Ungkapan ini sejalan dengan perjalanan karier Bupati Jombang Warsubi. Keberhasilannya memimpin Desa Mojokrapak selama tiga periode, dan kini menjadi orang nomor satu di Pemkab Jombang tidak bisa dilepaskan dari dukungan luar biasa yang selalu diberikan istri tercintanya, Ny Yuliati Warsubi.
Perempuan kelahiran Jombang, 5 Juli 1970 ini tidak hanya memberikan motivasi, tapi Yuliati juga terjun secara langsung menyukseskan program-program pembangunan baik di tingkat pemerintah desa maupun kini di lingkup pemerintah daerah. Sejak menjabat TP PKK Desa Mojokrapak, Yuliati Warsubi aktif mendampingi Warsubi yang kala itu menjabat kepala Desa Mojokrapak. Ia banyak terlibat dalam kegiatan posyandu, PKK, serta kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Yuliati Nugrahani Warsubi: Sosok Inspiratif, Aktif Berdayakan Perempuan dan UMKM
Kini setelah suaminya menjadi Bupati Jombang, support Yuliati tak pernah pudar. Sebagai ketua TP PKK Kabupaten Jombang , ia rajin turun ke desa-desa, bertemu para ibu, berdialog dengan kader PKK, kelompok dasawisma, kader posyandu hingga para pegiat UMKM. ”Perempuan adalah penopang, pendamping, sekaligus penggerak,” ujar dia.
Salah satu gebrakan Yuliati, yakni menggagas program peta kuliner desa. Lewat program itu, ia mendorong agar potensi pangan lokal diangkat, dilestarikan, dan diperkenalkan lebih luas. ”Saya percaya, kuliner bisa menjadi pintu masuk pengembangan wisata desa sekaligus mendongkrak perekonomian warga,’’ tambahnya.
Selain memberdayakan ekonomi, Yuliati Nugrahani Warsubi menaruh perhatian besar pada gerakan literasi. Ia bahkan dinobatkan sebagai Bunda Literasi Kabupaten Jombang pada 25 Juni lalu. ”Saya merasa sangat bersyukur atas amanah ini, dan mohon bantuan semua unsur masyarakat dalam mendukung gerakan literasi di Kabupaten Jombang,” ucap anak pertama pasangan Sumiatun dan Soewarno ini.
Baginya, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi adalah fondasi membangun karakter, memperluas wawasan, dan membentuk generasi yang cerdas, kritis, serta berdaya saing. Ia sadar, di era digital ini, literasi harus merambah banyak ranah, dari baca tulis, digital, finansial, sains, hingga literasi budaya. ”Sebagai Bunda Literasi, saya berharap para orang tua, guru, pelajar, pegiat literasi bersama-sama menghidupkan perpustakaan, taman baca, dan ruang publik sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berbagi pengetahuan,” tandasnya.
Di bawah pendampingan Yuliati, PKK Jombang bukan hanya sekumpulan ibu-ibu yang mengurus administrasi. Baginya, PKK adalah jembatan perubahan di level akar rumput, memberdayakan perempuan, merangkul pemuda, mendekatkan literasi, dan menanamkan semangat gotong royong.
Lewat langkah-langkah sederhana tapi berdampak nyata, Yuliati Nugrahani Warsubi membuktikan, peran seorang perempuan pendamping pemimpin tak hanya nampak di bingkai foto. Ia hadir di jalan-jalan desa, di tengah pasar, di sudut taman baca, di dapur-dapur UMKM, bahkan di sela-sela peta kuliner yang sedang ia rintis.”Semua demi satu tujuan, mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua,’’ pungkasnya. (ang/naz)






