Potensi

Permintaan Bunga Mawar Selama Ramadan Meningkat, Pembudi daya Asal Desa Candimulyo Jombang Kebanjiran Permintaan

×

Permintaan Bunga Mawar Selama Ramadan Meningkat, Pembudi daya Asal Desa Candimulyo Jombang Kebanjiran Permintaan

Sebarkan artikel ini
DITIMBANG: Etik, 38 salah satu penjual bunga mawar di Desa Candimulyo Kecamatan Jombang menimbang hasil panen di rumahnya.

Desakita.co – Momentum Ramadan kali ini membawa berkah tersendiri bagi Suwarno.

Pembudi daya bunga mawar asal warga Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang mengaku pamasukan yang didapat dari menjual bunga mawar meningkat lantaran permintaan bunga mawar naik.

”Ya, permintaan mulai meningkat,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Etik, istrinya, biasa mengemas bunga mawar dengan ukuran 0,4 kilogram.

Baca Juga:  Rutin Setiap Tahun, Desa di Jombang Ini Adakan Pawai Budaya Saat Bulan Muharam

Rata-rata, ia bisa menjual sekitar 20 kilogram bunga mawar segar. ”Selama Ramadan pesanan meningkat hingga 40 kg,” imbuhnya.

Baca Juga:  Warga Desa di Jombang Ini Sukses Budi Daya Ikan Guppy, Penjualannya Sampai ke Luar Negeri

Dari penjualan itu, ia bisa mendapat omzet mulai ratusan ribu hingga Rp 1 juta.

Namun omzet itu, belum dikurangi ongkos panen dan biaya perawatan. ”Alhamdulillah permintaan di pasar meningkat sekitar 50 persen,’’ jelas dia.

Saat ini, diakui Atik harga bunga mawar masih stabil di angka Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per 0,4 kilogramnya.

Baca Juga:  Pertahankan Zero Stunting, Kelurahan Wonokusumo di Mojokerto Beri Edukasi Calon Pengantin

”Jadi bunga mawar sebenarnya tidak punya harga pasti. Tapi kalau jelang Ramadan memang biasanya naik karena ikut permintaan pasar,’’ pungkasnya. (ang/naz/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *