Desakita.co – Momentum Ramadan kali ini membawa berkah tersendiri bagi Suwarno.
Pembudi daya bunga mawar asal warga Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang mengaku pamasukan yang didapat dari menjual bunga mawar meningkat lantaran permintaan bunga mawar naik.
”Ya, permintaan mulai meningkat,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Etik, istrinya, biasa mengemas bunga mawar dengan ukuran 0,4 kilogram.
Rata-rata, ia bisa menjual sekitar 20 kilogram bunga mawar segar. ”Selama Ramadan pesanan meningkat hingga 40 kg,” imbuhnya.
Dari penjualan itu, ia bisa mendapat omzet mulai ratusan ribu hingga Rp 1 juta.
Namun omzet itu, belum dikurangi ongkos panen dan biaya perawatan. ”Alhamdulillah permintaan di pasar meningkat sekitar 50 persen,’’ jelas dia.
Saat ini, diakui Atik harga bunga mawar masih stabil di angka Rp 10.000 sampai Rp 15.000 per 0,4 kilogramnya.
”Jadi bunga mawar sebenarnya tidak punya harga pasti. Tapi kalau jelang Ramadan memang biasanya naik karena ikut permintaan pasar,’’ pungkasnya. (ang/naz/ang)







