JOMBANG – Rencana penyaluran pupuk bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Jombang belum menemui kepastian. Pemkab Jombang masih menunggu kebijakan pemerintah pusat, sementara PT Pupuk Indonesia (PI) disdebut mulai melakukan identifikasi dan verifikasi koperasi yang dinilai siap menjadi penyalur.
Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M. Rony melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Eko Purwanto mengatakan, skema penyaluran melalui KDKMP hingga kini belum diterapkan di Jombang.
Berdasarkan koordinasi terakhir dengan PI, proses identifikasi dan verifikasi masih berlangsung untuk menentukan koperasi yang siap menyalurkan pupuk bersubsidi. ”Di Jombang sekarang masih belum. Koordinasi terakhir dengan teman-teman PI (Pupuk Indonesia), mereka masih melakukan identifikasi dan verifikasi KDKMP mana yang siap menyalurkan,” katanya, Jumat (16/10).
Eko menjelaskan, kewenangan Disperta dalam penyaluran pupuk bersubsidi terbatas pada penetapan alokasi untuk masing-masing kecamatan. Sementara penentuan distributor dan wilayah kerjanya menjadi kewenangan PI.
Karena itu, perubahan skema penyaluran ke KDKMP nantinya tidak memengaruhi data alokasi yang dimiliki Disperta. Sebab, pencatatan alokasi dilakukan berdasarkan wilayah kecamatan, bukan nama kios atau koperasi penyalur. ”Kalau di data kami bunyinya per kecamatan. Perubahan penyalur nanti ada di teman-teman distributor. Misalnya, yang awalnya disalurkan lewat kios A berubah menjadi kios B atau KDKMP,” ujarnya.
Meski berpeluang diterapkan, waktu pemberlakuan skema tersebut belum diketahui. Disperta masih menunggu perkembangan proses penentuan koperasi yang siap menjadi penyalur. ”Kayaknya ada, soal kapannya ini yang belum kami tahu,” katanya.
Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Jombang pada 2026 hingga September meliputi pupuk Urea 29.525 ton, NPK 36.965 ton, NPK formula khusus (FK) 11 ton, pupuk organik 6.410 ton, dan pupuk ZA 539 ton. Penyaluran pupuk bersubsidi di Jombang saat ini melibatkan lima distributor, yakni CV Mujiarto, CV Kembar Kaya, Koperasi Pemasaran Sekunder Mitra Tani, CV Putra Mandiri, dan CV Savero Mulyo Tani. (fid/naz)












