Potensi

Pemdes Karangan Bareng Jombang Lestarikan Tradisi Bersih Desa, Begini Keseruan dan Kemeriahannya

×

Pemdes Karangan Bareng Jombang Lestarikan Tradisi Bersih Desa, Begini Keseruan dan Kemeriahannya

Sebarkan artikel ini
MERIAH: Kepala Desa Karangan Jumirah mendampingi Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemasyarakatan Pemkab Jombang Sudiro Setiono saat memberangkatkan peserta jalan sehat, Kamis (26/6) pagi. (Dwi Aris/Radar Jombang)

DesaKita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Karangan, Kecamatan Bareng, Jombang menggelar tradisi bersih desa.

Kegiatan dilaksanakan menyambut tahun baru Islam atau pada malam satu Sura. Tradisi ini telah ada sejak puluhan tahun lalu dan terus dilestarikan hingga sekarang.

Tahun ini, dikemas dalam kegiatan Gebyar Budaya Desa Karangan 2025. Lokasinya dipusatkan di depan balai Desa Karangan, Kamis (26/7).

Baca Juga: Disnaker Jombang Gelar Job Fair, Libatkan 27 Perusahaan, Buka 1.854 Lowongan Pekerjaan

Baca Juga:  Eksis sejak Tahun 1980, Peternakan Sapi Perah Wonosalam Jadi Penyanggara Perekonomian Warga

Kepala Desa Karangan Jumirah mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan rutin setiap tahun.

”Kami selaku jajaran pemdes ingin terus memelihara tradisi tersebut bagi anak cucu kami sebagai generasi penerus agar terus lestari ke depannya,” ujarnya.

Beberapa hari sebelumnya, warga dari tiap dusun melakukan kegiatan Jumat Bersih secara gotongroyong dan menggelar doa bersama di masjid.

Desa Karangan memiliki lima dusun, yakni Dusun Karangan Krajan, Dusun Karangan Wetan, Dusun Karangan Kulon, Dusun Jeruk, dan Dusun Blimbing.

Baca Juga:  Kajian Ramadan Unipdu Jombang: Ramadan Bulan Jihad

Baca Juga: Polres Jombang Gelar Liwetan Bhayangkara, Sambut HUT Ke-79 Polri dan Tahun Baru Islam

Masyarakat antusias mengikuti kegiatan. Rangkaian acara dimulai dengan kegiatan jalan sehat. Rutenya mengelilingi Desa Karangan dengan start dan finish di depan kediaman kepala desa.

Selain warga Desa Karangan, masyarakat umum juga boleh ikut.

”Ada hadiah kambing, sepeda, dan aneka barang elektronik melalui undian kupon,” tutur Jumirah.

Baca Juga:  530 Lahan Pertanian di 7 Kecamatan Terendam Banjir, Ini Penjelasan Disperta Jombang

Daya tarik inilah yang menarik minat dan antusiasme warga dari berbagai wilayah untuk mengikuti kegiatan. Kegiatan jalan sehat juga turut menggerakkan perekonomian warga.

Acara dilanjutkan pada sore hari dengan menggelar doa bersama. Malam harinya masyarakat juga dihibur kesenian campursari dan pagelaran wayang kulit.

”Harapan kami, tradisi ini dapat lestari dan terus terlaksana setiap tahun agar menjadi pengingat tradisi bagi masyarakat,” pungkas Jumirah. (dwi/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *