Potensi

Bukan Pakai Lem, Pencari Ikan Asal Desa Sudimoro Jombang Ini Gunakan Campuran Dempul dan Solar Perbaiki Perahu Rusak

×

Bukan Pakai Lem, Pencari Ikan Asal Desa Sudimoro Jombang Ini Gunakan Campuran Dempul dan Solar Perbaiki Perahu Rusak

Sebarkan artikel ini
DIPERBAIKI: Samiran salah seorang pencari ikan Sungai Brantas tengah memperbaiki perahu yang rusak di Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Desakita.co – Pencari ikan Sungai Brantas punya cara tersendiri memperbaiki perahu yang rusak.

Di antaranya menyiasati penggunaan lem dengan menggunakan dempul dicampur solar.

Selain ekonomis juga diyakini bisa membuat kayu awet.

Salah satunya dilakukan Samiran warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.

Perahu miliknya kini di tepikan ke daratan. Perbaikan sudah dilakukan sejak seminggu terakhir.

Beberapa rangkaian kayu yang rusak, mengakibatkan perahu bocor hingga air masuk ke dalam.

”Sekarang masih diperbaiki belum bisa dipergunakan,” kata Samiran.

Baca Juga: Rencana Perbaikan Dam Karet di Desa Jatimlerek yang Rusak, Petugas Kesulitan Akibat Debit Air Tinggi

Baca Juga:  Sinergi dengan TNI, Desa Jombatan Kesamben Jombang Jadi Sasaran Program Perluasan Areal Tanaman Padi

Perahu miliknya kini sudah berusia hampir 10 tahun. Dulu didapat dari Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh.

Warga di desa itu menurut dia, selama ini dikenal banyak yang membuat perahu. Namun bukan perahu tambang.

Melainkan, perahu kecil untuk mencari ikan.

”Belinya dulu sudah jadi dan tinggal pakai harganya Rp 7 juta, dengan panjang 6 meter da lebar 80 centimeter,” imbuh dia.

Untuk perbaikan dia melakukan sendiri. Mengandalkan tiga bahan utama.

Dempul, solar dan cat. Bahan itu sudah biasa dipakai ketika perahu sudah tak lagi bisa dipakai mencari ikan di sungai.

Baca Juga:  Petani Cabai di Desa Kalangsemanding, Perak Jombang Tetap Sumringah Meski Harga Cabai Menurun, Ini Alasannya

”Lebih murah pakai dempul, ini juga bisa awet,” ujar dia.

Dijelaskan dempul dipakai sebagai bahan untuk merekatkan kayu.

Penggunaannya dicampur solar. Satu perahu yang mengalami kerusaka menghabiskan sekitar 5 kilogram (kg) dempul.

”Sebelum dikasih dempul, perahu dikeringkan dahulu selama seminggu.

Supaya benar-benar kering, dan mudah untuk didempul,” tutur dia.

Baca Juga: Kerusakan Pintu Dam Karet di Desa Jatimlerek Plandaan Jombang, Pemkab Jombang: Perbaikan Belum Dipastikan

Dempul yang sudah bercampur dengan solar kemudian dioleskan pada bagian yang rusak.

Baca Juga:  Dua Bulan Pasca SLBN Balongsari Kecamatan Megaluh Kebakaran, PBM Masih Digabung, Diprioritaskan Rehab 2024

Kali ini, Sumiran memilih setiap celah kayu juga diolesi bahan itu.

Terkadang ketika ada bagian kayu yang rusak Samiran juga memilih untuk menyulaminya.

”Perahu ini semuanya berbahan kayu jati, kadang ada yang sudah kropos diganti entah pakai kayu apa.

Seadanya, nggak harus jati,” ujar dia.

Ketika semua bagian sudah terlapisi campuran solar dan dempul, perahu dikeringkan. Biasanya menunggu selama tiga hari. Baru kemudian perahu dicat ulang supaya terlihat seperti baru. ”Lalu dikeringkan tiga hari lagi, baru bisa dipakai,” kata Samiran.(fid/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *