DesaKita.co – Program Desa Mantra melalui budidaya ayam ulu di Kabupaten Jombang terus bergulir. Namun, progres pembangunan kandang di sejumlah desa masih belum merata.
Ada desa yang sudah menuntaskan pembangunan. Sementara sebagian lainnya masih berkutat pada pengerjaan fisik hingga tahap persiapan.
’’Pembangunan kandang memang berjalan bertahap. Ada desa yang sudah selesai, tetapi beberapa lainnya masih melanjutkan pengerjaan sesuai dengan tahapan masing-masing,’’ kata Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Senen, (7/11).
Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, menjadi yang paling progresif dengan capaian 100 persen.
Disusul Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, yang progres pembangunannya telah mencapai 90 persen. Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, dan Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, masing-masing mencapai 60 persen.
Sementara Desa Alang-alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, berada di angka 50 persen.
Hingga kemarin masih terdapat sejumlah lokasi yang progresnya belum mencapai separuh.
Di antaranya Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, dan Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, yang masing-masing baru mencapai 30 persen.
Kemudian Desa Brangkal dan Mojokambang, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro. Serta Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang. Mereka mencatat progres 20 persen.
’’Untuk desa yang masih dalam pengerjaan, tentu masih ada tahapan yang harus diselesaikan. Perkembangannya tidak sama antara satu desa dengan desa lainnya,” jelasnya.
Sejumlah desa bahkan masih berada pada tahap persiapan. Di Kecamatan Ngoro, persiapan dilakukan di Desa Kesamben, Genukwatu, Jombok, dan Kauman. Sedangkan di Kecamatan Diwek meliputi Desa Pandanwangi, Kedungturi, dan Bandung.
Tahapan serupa juga berlangsung di Kecamatan Bareng, yakni Desa Kebondalem, Karangan, dan Banjaragung.
Kemudian Desa Made di Kecamatan Kudu, Desa Kedungbetik di Kecamatan Kesamben, Desa Kedungdowo dan Jatigedong di Kecamatan Ploso, serta Desa Kedungturi dan Krembangan di Kecamatan Gudo.
’’Yang masih persiapan, prosesnya harus dilanjutkan terlebih dahulu. Setelah tahapan tersebut selesai, baru bisa masuk ke pembangunan kandang,’’ ungkapnya.
Sejumlah desa lainnya masuk dalam alokasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026.
Meliputi Desa Tanjunggunung dan Sumberagung di Kecamatan Peterongan. Kemudian Desa Karangpakis, Tanjungwadung, Munungkerep, dan Banjardowo di Kecamatan Kabuh.
Juga mencakup Desa Sumberjo, Tondowulan, Darurejo, dan Jipurapah di Kecamatan Plandaan.
Perbedaan progres tersebut menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan program Desa Mantra di Kabupaten Jombang. Sebab, masing-masing desa masih menjalani proses sesuai dengan perkembangan kegiatan di lapangan. (yan/jif)










