Potensi

Pembangunan Kandang Ayam Ulu Desa Mantra Jombang Belum Merata, Ada yang Baru 20 Persen

×

Pembangunan Kandang Ayam Ulu Desa Mantra Jombang Belum Merata, Ada yang Baru 20 Persen

Sebarkan artikel ini
PROGRAM DESA MANTRA: Sekretaris Desa Curahmalang Akhmad Kholil (paling kanan) bersama Ketua TPK Alfin Husni dan perangkat desa menunjukkan kandang ayam ULU di kawasan persawahan Dusun Besuk. (Dwi Aris/Radar Jombang)

DesaKita.co – Program Desa Mantra melalui budidaya ayam ulu di Kabupaten Jombang terus bergulir. Namun, progres pembangunan kandang di sejumlah desa masih belum merata.

Ada desa yang sudah menuntaskan pembangunan. Sementara sebagian lainnya masih berkutat pada pengerjaan fisik hingga tahap persiapan.

’’Pembangunan kandang memang berjalan bertahap. Ada desa yang sudah selesai, tetapi beberapa lainnya masih melanjutkan pengerjaan sesuai dengan tahapan masing-masing,’’ kata Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Senen, (7/11).

Desa Curahmalang, Kecamatan Sumobito, menjadi yang paling progresif dengan capaian 100 persen.

Disusul Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, yang progres pembangunannya telah mencapai 90 persen. Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, dan Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, masing-masing mencapai 60 persen.

Baca Juga:  Patut Dicontoh, Komunitas Pecinta Lingkungan Ikut Jaga Kelestarian Alam Wonosalam Jombang

Sementara Desa Alang-alang Caruban, Kecamatan Jogoroto, berada di angka 50 persen.

Hingga kemarin masih terdapat sejumlah lokasi yang progresnya belum mencapai separuh.

Di antaranya Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno, dan Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, yang masing-masing baru mencapai 30 persen.

Kemudian Desa Brangkal dan Mojokambang, Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro. Serta Desa Tembelang, Kecamatan Tembelang. Mereka mencatat progres 20 persen.

’’Untuk desa yang masih dalam pengerjaan, tentu masih ada tahapan yang harus diselesaikan. Perkembangannya tidak sama antara satu desa dengan desa lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Buntut Putus Kontrak Proyek Sentra PKL di Jombang, Disdagrin Jombang Upayakan Dilanjutkan Lewat P-APBD 2024

Sejumlah desa bahkan masih berada pada tahap persiapan. Di Kecamatan Ngoro, persiapan dilakukan di Desa Kesamben, Genukwatu, Jombok, dan Kauman. Sedangkan di Kecamatan Diwek meliputi Desa Pandanwangi, Kedungturi, dan Bandung.

Tahapan serupa juga berlangsung di Kecamatan Bareng, yakni Desa Kebondalem, Karangan, dan Banjaragung.

Kemudian Desa Made di Kecamatan Kudu, Desa Kedungbetik di Kecamatan Kesamben, Desa Kedungdowo dan Jatigedong di Kecamatan Ploso, serta Desa Kedungturi dan Krembangan di Kecamatan Gudo.

’’Yang masih persiapan, prosesnya harus dilanjutkan terlebih dahulu. Setelah tahapan tersebut selesai, baru bisa masuk ke pembangunan kandang,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri Ajari Kader Bikin Pupuk Organik dari Sampah Rumah Tangga

Sejumlah desa lainnya masuk dalam alokasi Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026.

Meliputi Desa Tanjunggunung dan Sumberagung di Kecamatan Peterongan. Kemudian Desa Karangpakis, Tanjungwadung, Munungkerep, dan Banjardowo di Kecamatan Kabuh.

Juga mencakup Desa Sumberjo, Tondowulan, Darurejo, dan Jipurapah di Kecamatan Plandaan.

Perbedaan progres tersebut menjadi bagian dari tahapan pelaksanaan program Desa Mantra di Kabupaten Jombang. Sebab, masing-masing desa masih menjalani proses sesuai dengan perkembangan kegiatan di lapangan. (yan/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *