Potensi

Berkat TEKAD, Desa Patawang Jadi Pionir Ayam Petelur di Sumba Timur

×

Berkat TEKAD, Desa Patawang Jadi Pionir Ayam Petelur di Sumba Timur

Sebarkan artikel ini

SUMBA TIMUR, DesaKita.co – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) mendorong Desa Patawang, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berkembang menjadi desa percontohan dalam penguatan ekonomi masyarakat.

Berawal dari pengembangan peternakan ayam petelur, desa ini kini merambah agrowisata berbasis pemberdayaan masyarakat dan potensi alam.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu fokus kunjungan kerja Tim Strategic Project Unit (SPU) TEKAD Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Senin (26/10/2026).

Tim melakukan observasi lapangan dan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) untuk melihat perkembangan program sekaligus menghimpun masukan bagi penguatan ekonomi desa.

Baca Juga:  Diadakan Sejak Tahun 1930, Tradisi Unduh-Unduh di Desa Mojowarno Jombang Tetap Eksis

Kepala Desa Patawang Immanuel Soleman mengatakan, bantuan TEKAD yang diterima sejak 2023 menjadi salah satu pemicu pengembangan usaha desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Salah satu usaha yang dikembangkan adalah peternakan ayam petelur.

“BUMDes kami tetap bertahan sampai sekarang. Bantuan demplot yang kami peroleh bahkan menjadi program demplot terbaik untuk usaha ayam petelur pada 2023,” ujarnya.

Baca Juga:  Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Lestarikan Tradisi Ruwah Desa, Sambut Datangnya Bulan Puasa

Menurut Immanuel, BUMDes diposisikan sebagai penggerak ekonomi desa. Selain peternakan ayam petelur, pemerintah desa juga mengembangkan pertanian terpadu melalui kolaborasi dengan pabrik gula.

Pengembangan usaha tersebut kemudian diperluas melalui agrowisata yang memadukan aktivitas pertanian, peternakan, dan potensi alam setempat. Pemerintah desa menyiapkan lahan seluas dua hektare untuk pengembangan kawasan tersebut.

“Kami juga mengembangkan agrowisata. Pembangunan infrastruktur jalan oleh PT Sumba Manis menjadi salah satu dukungan yang membuat prospek pengembangan kawasan ini semakin cerah,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan sektor ekonomi, Pemdes Patawang juga menjalankan program penanganan stunting dengan pendampingan kader posyandu.

Baca Juga:  Warga Desa Sumberagung Jombang Mulai Tertarik Budi Daya Ikan, Pemdes Bantu Fasilitasi Pemasaran

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) turut disiapkan di lokasi yang berdekatan dengan kawasan agrowisata.

Immanuel menyebut, omzet BUMDes saat ini mencapai sekitar Rp 350 juta per tahun.

Desa tersebut juga memiliki pembangkit listrik tenaga surya untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Capaian itu membuat Desa Patawang menjadi salah satu rujukan pengembangan desa lain di Sumba Timur.

Kepala Bidang Pemerintahan Masyarakat Desa Dinas PMD Kabupaten Sumba Timur Yanusep Behi Data, S.Sos., menyebut, model pengembangan Patawang telah direplikasi di 44 desa.

Baca Juga:  Ada Kultum Hingga Takjil Gratis, Masjid Dr H Moeldoko di Desa Kayen Bandarkedungmulyo Jombang Jadi Jujugan Musafir

“Desa Patawang mampu menjadi pionir dan sudah menjadi replika bagi 44 desa lainnya. Ada yang berhasil dan ada pula yang belum. Ini menjadi bahan evaluasi kami untuk pengembangan ke depan,” katanya.

Yanusep mengapresiasi upaya pemerintah desa bersama masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif.

Menurut dia, keberhasilan Patawang perlu mendapat dukungan berkelanjutan agar manfaatnya semakin luas.

Dia berharap, program penguatan ekonomi desa seperti TEKAD dapat diakomodasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumba Timur 2027.

Baca Juga:  HDN 2027 di Kabupaten Mojokerto, Kemendes PDT Optimistis Dongkrak Ekonomi dan Potensi Lokal, Acara Hari Desa Nasional 2027 di Kabupaten Dibagi Tiga Klaster

Dengan begitu, program yang telah berjalan dapat terus dikawal meski dukungan program TEKAD berakhir.

“Harapannya, program ini bisa dimasukkan dalam RPJMD 2027 sehingga pengembangan yang sudah berjalan baik tetap berlanjut,” ujarnya.

Kemendes PDT Upayakan Keberlanjutan Program

Penasehat Menteri Desa dan PDT sekaligus Executive Secretary SPU TEKAD Prof. Zainuddin Maliki mengapresiasi perkembangan Desa Patawang, terutama kemampuan BUMDes berkolaborasi dengan program TEKAD untuk membangun usaha peternakan ayam petelur dan mengembangkan potensi ekonomi desa.

Dia menyebut, keberlanjutan program menjadi perhatian Kemendes PDT karena masih banyak desa di kawasan Indonesia Timur yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Ini tahun terakhir program TEKAD. Kami menyadari masih banyak desa di Indonesia Timur yang perlu diangkat ekonominya. Karena itu, kami tetap berupaya melakukan lobi ke Bank Dunia dan IFAD agar ada tambahan anggaran, kemungkinan sampai Juli 2027, atau melalui program lain dengan nama berbeda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Petani Tembakau di Desa Jatibanjar Ploso Jombang Bersiap Turun Sawah, Tahap Awal Lakukan Semai Bibit

Menurut Zainuddin, kemungkinan perpanjangan program maupun skema dukungan baru masih dalam tahap pengkajian.

Hasilnya akan dilaporkan kepada Menteri Desa dan PDT untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kegiatan FGD berlangsung di Gazebo Aksara Manise yang berada di kawasan agrowisata Desa Patawang.

Sekitar 60 undangan dari unsur tokoh agama, tokoh masyarakat, dan penggerak ekonomi desa mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga:  Tampilkan Rubrik Tentang Desa, Mendes Puji Radar Mojokerto, Hadir Khusus Pada Gelaran Radar Mojokerto Awards 2026

Setelah diskusi dan pengisian kuesioner oleh warga, tim SPU TEKAD meninjau sejumlah aktivitas ekonomi yang dikembangkan masyarakat, mulai dari panen telur ayam, memetik belimbing madu, memancing ikan nila, hingga menikmati jus mangga hasil agrowisata setempat.

Tim yang dipimpin Zainuddin turut didampingi Advisor SPU TEKAD M. Arif’an, S.H., M.H., serta jajaran tim SPU TEKAD dan pendamping program tingkat kabupaten dan kecamatan.

Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke Desa Kayuri. Di desa tersebut, tim meninjau pengembangan lahan jagung seluas dua hektare.

Baca Juga:  Kemendes PDT Luncurkan Program Sehati, Desa Berpeluang Terima Bantuan Hingga Rp 2,5 Miliar

Hasil panen yang mencapai hampir dua ton setiap empat bulan menjadi salah satu potensi komoditas pertanian yang dikembangkan untuk mendukung pemasaran beras dan jagung premium ke berbagai wilayah Indonesia. (*/riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *