DesaKita.co – Tradisi ruwah desa di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, berlangsung khidmat melalui pengajian umum dan doa bersama di pendapa balai desa setempat, Rabu (11/2).
Kegiatan yang diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan ini sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual memohon keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi desa dengan tiga dusun itu.
Kepala Desa Kedungmaling Edy Prabowo menerangkan, ruwah desa ini sudah digelar keenam kalinya selama ia menjabat.
”Ruwah desa itu artinya membersihkan desa, hati dan pikiran kita masing-masing untuk menyambut bulan suci Ramadan. Semoga dengan adanya kegiatan ini senantiasa diberikan Allah kekuatan untuk menjalankan ibadah,” katanya.
Pentingnya menjaga tradisi ruwah desa, lanjutnya, sebagai momentum memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta memperbanyak doa demi kebaikan bersama.
Menurut dia, ruwah desa bukan sekadar ritual budaya, melainkan sarana muhasabah agar masyarakat senantiasa hidup rukun, saling peduli, dan selalu mengingat Sang Pencipta dalam setiap langkah kehidupan.
’’Syukur tidak hanya lisan, tapi melalui sedekah berupa konsumsi yang dibawa sendiri warga di acara ini. Ditujukan juga membuka welas asih-e Gusti Allah agar semua keinginan, harapan, dan cita-cita seluruh warga diridai dan diijabahi Allah SWT,’’ terang dia.
Ia menyatakan, ruwah desa merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki nilai strategis dalam menjaga keharmonisan sosial dan spiritual masyarakat.
Pemerintah Desa Kedungmaling berkomitmen melestarikan tradisi tersebut sebagai bagian dari kearifan lokal yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
”Kami berhajat, semoga di tahun ini hajat besar Pemdes Kedungmaling bisa memperoleh proyek pengentasan kumuh kewenangan pusat. Yang mana, nantinya akan ada sekitar 300 rumah yang dibedah, 200 rumah dibangunkan jamban, pembangunan jalan, drainase, pengelolaan sampah, pengadaan air bersih antisipasi kebakaran dengan total anggaran yang mencapai Rp 25 miliar,’’ imbuhnya.
Ia turut mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dan mengikuti rangkaian acara yang menghadirkan KH Imam Muhajir dengan tertib dan khusyuk.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini mencerminkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Desa Kedungmaling.
Selain pengajian, rangkaian ruwah desa diisi dengan doa bersama untuk para leluhur desa, serta harapan agar kehidupan sosial masyarakat terus terjaga dalam suasana rukun dan harmonis.
”Tujuan besar ruwah desa ini tentu untuk mensyukuri nikmat Allah kepada seluruh warga dan Pemdes Kedungmaling. Dan sebagai ungkapan terima kasih kepada para leluhur dan guru kita yang telah mbabat deso, sehingga kita bisa menikmati enaknya jadi warga Desa Kedungmaling saat ini,’’ tandasnya. (oce/ris)







