JOMBANG – Pemerintah Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, bersama warga kembali menggelar tradisi sedekah desa, Minggu (15/2).
Meski berada di wilayah perkotaan, jajaran pemdes dan masyarakat tetap kompak melestarikan budaya turun-temurun ini sebagai wujud rasa syukur sekaligus menyambut bulan suci Ramadan.
Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi mengatakan tahun ini kegiatan sedekah desa dilaksanakan di dua lokasi berbeda, yakni di area makam Dusun Tugu dan makam Dusun Kepatihan, Minggu (15/2).
Sejak pagi, para warga berbondong-bondong hadir sembari membawa nasi bungkus untuk disedekahkan serta dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama.
Baca Juga: Pertahankan Zero Stunting, Desa Kepatihan Jombang Ajak Warga Gemar Makan Sop
”Selain mendoakan para leluhur menjelang bulan suci Ramadan, tradisi ini juga menjadi ajang memperkuat rasa persaudaraan dan simbol kerukunan antar-warga,” terangnya.
Warga juga bergotong royong membersihkan area makam. Mulai dari membersihkan rumput liar dan sampah di sekitar makam serta memperbaiki batu nisan atau makam yang rusak.
Warga masyarakat turut menaburkan bunga sebagai tanda penghormatan. Sore harinya, warga juga menggelar Tahlil Qubro di masjid dan musala.
Baca Juga: Drainase Baru Tak Mampu Atasi Banjir, Warga Kepatihan Jombang Keluhkan Genangan Hingga Masuk Rumah
”Tradisi ini bukan hanya merupakan bentuk pelestarian budaya, melainkan simbol rasa syukur, semangat gotong royong, dan kebersamaan guyub rukun antar-warga sekaligus kesiapan spiritual masyarakat menyambut bulan suci Ramadan,” tandasnya
Ia menambahkan, meskipun bersih kubur bukanlah kewajiban dalam agama, namun merupakan budaya yang memiliki nilai sosial dan spiritual tinggi dalam mempererat hubungan keluarga dan mengingat kematian sebagai bagian dari kehidupan.
”Tabur bunga dan bersih kubur memiliki banyak tujuan dan makna. Selain untuk menghormati leluhur dan menjaga kebersihan makam, kegiatan semacam ini turut mempererat sillaturahmi dan hubungan kekeluargaan karena biasanya dilakukan bersama keluarga atau tetangga,” tandas Erwin. (dwi/naz)












