Lifestyle

Sosok I Nyoman Swardana, Anak Desa Singaraja yang Kini Jadi Ketua REI Jombang-Mojokerto

×

Sosok I Nyoman Swardana, Anak Desa Singaraja yang Kini Jadi Ketua REI Jombang-Mojokerto

Sebarkan artikel ini
I Nyoman Swardana, Ketua REI Komisariat Jombang-Mojokerto.

DesaKita.co – Sosok pria yang satu ini punya cerita hidup yang sangat inspiratif. Lahir di sebuah desa terpencil tanpa listrik di Singaraja, Bali, I Nyoman Swardana membuktikan diri berhasil jadi seorang birokrat bahkan pengusaha perumahan yang bisa dibilang sukses.

Nyoman, begitu sapaan akrabnya lahir pada 20 Agustus 1959. Ia tumbuh dalam kehidupan yang serba terbatas. Jalan kampung belum beraspal, listrik belum masuk desa, dan kehidupan sehari-hari begitu keras.

Nyoman anak ke-11 dari 17 bersaudara. Ayah dan ibunya bekerja sebagai petani. Sejak kecil, ia terbiasa membantu pekerjaan sawah dan hidup dalam kesederhanaan. ’’Kami benar-benar tinggal di daerah terpencil,’’ kenangnya.

Pendidikan dasar hingga SMP ia tempuh di Singaraja. Saat memasuki SMA, hidupnya mulai berubah. Pada usia 17 tahun, ia merantau ke Denpasar dan bersekolah di SMA Saraswati. Kepindahan itu bukan tanpa alasan. Kondisi ekonomi keluarga membuat sebagian adik harus dititipkan kepada kakak yang sudah bekerja.

Baca Juga:  Mencicipi Pepes Daun Racun Khas Desa Panglungan Jombang: Cocok Jadi Kudapan Makan Malam

’’Tahun itu kakak nomor dua saya sudah kerja di Denpasar. Karena orang tua terbatas, adik-adiknya ikut dititipkan,’’ ujarnya.

Perjalanan hidupnya kemudian membawanya keluar Bali. Mei 1979 ia berangkat ke Surabaya, lalu kuliah di UPN hingga 1984. Selepas kuliah, ia sempat bekerja di pabrik tapioka di Tanjungkarang, Sumatera Selatan.

’’Setahun kemudian saya dipindahkan ke Surabaya dan menjadi marketing pabrik tepung itu,’’ imbuhnya.

Namun, ia memilih memulai karier dengan mengikuti tes pegawai pada 1985. Saat itu ia diterima di dua instansi sekaligus. Kantor Gubernur Jatim dan Dinas Tenaga Kerja. Ia akhirnya memilih jalur pemerintahan daerah.

’’Karena pengumuman datang lebih dulu di kantor gubernur, saya pilih itu. Kemudian ditempatkan di Kabupaten Jombang,’’ tambahnya.

Baca Juga:  Intip Profil Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam Hj Ika Maftuhah Mustiqowati: Peduli Lingkungan, Kembangkan Olahan Daun Tin

Pada 1986, Nyoman ditempatkan di Jombang. Kariernya dimulai dari perusahaan daerah milik Pemkab Jombang yakni di Bank Pasar.

Tiga tahun setelahnya, ia dipercaya sebagai Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Sekretariat Daerah. Kariernya terus menanjak. Ia pernah menjadi pemeriksa di Inspektorat, Kabag Keuangan Pemkab Jombang pada 1995, Kepala Dispenda 2002, hingga akhirnya menjabat Inspektur Kabupaten Jombang selama hampir 10 tahun sampai pensiun pada 2019.

Bagi Nyoman, kunci menjalani birokrasi bukan sekadar kemampuan teknis.

’’Pekerjaan yang penting komunikasi. Kiri kanan samping. Selama relasi jalan, tidak ada yang terlalu sulit,’’ katanya.

Meski menjadi pejabat, ia mengaku tidak pernah meninggalkan jiwa petani. Sejak awal bekerja di Jombang, ia tetap memiliki usaha sampingan di bidang pertanian dan peternakan.

Baca Juga:  Tips Kesehatan Ala Hj Azminatul Uhud Pembina KBIHU Thoriqul Jannah Jombang

’’Kerja di sawah, ternak, itu tetap saya jalani walaupun bukan fokus utama,’’ terangnya.

Usai pensiun pada September 2019, Nyoman tak berhenti berkarya. Tahun 2020 ia mendirikan perusahaan properti dan mulai belajar dunia pengembang serta pembiayaan perbankan.

Proyek pertamanya dibangun di Mojongapit dengan 225 unit rumah. Setelah itu ia mengembangkan perumahan di Klagen, Peterongan, sebanyak 30 unit.

’’Dari awal saya tidak mengerti pembiayaan dan lain sebagainya. Tapi pelan-pelan belajar,’’ katanya.

Kini, di usia yang tak lagi muda, semangatnya tetap menyala. Dari desa tanpa listrik hingga menjadi birokrat senior dan pengembang properti, Nyoman percaya hidup harus terus berjalan.

’’Saya ingin terus punya semangat. Tantangan pasti ada, pekerjaan tanpa tantangan itu tidak ada dan tidak menarik ya,’’ tuturnya. (riz/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *