Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, bersama masyarakat kembali menggelar sedekah dusun sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur. Agenda tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur sekaligus doa bersama agar desa dan seluruh warganya senantiasa diberi keselamatan serta keberkahan.
Kepala Desa Galengdowo Wartomo mengatakan, sedekah dusun telah menjadi tradisi turun-temurun yang terus dipertahankan. Karena itu, pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen menjaga tradisi tersebut agar tetap lestari dan dikenal generasi berikutnya. ”Alhamdulillah setiap tahun selalu kami laksanakan. Wayang kulit juga tetap kami hadirkan karena sudah menjadi bagian dari tradisi sedekah dusun di Desa Galengdowo,” ujarnya.
Menurut Wartomo, pelaksanaan sedekah dusun sepenuhnya didukung semangat gotong royong masyarakat. Seluruh pembiayaan berasal dari swadaya warga yang dikumpulkan melalui urunan, ditambah bantuan para donatur. ”Anggarannya murni dari swadaya masyarakat, ditambah dukungan para donator,” katanya.
Ia menjelaskan, sedekah dusun bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan warga sekaligus memanjatkan doa agar desa senantiasa aman, tenteram, dan dijauhkan dari berbagai musibah.
Proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan juga melibatkan masyarakat secara aktif. Semangat gotong royong itulah yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian tradisi di Desa Galengdowo. ”Harapan kami, Desa Galengdowo selalu diberi keselamatan, masyarakatnya sehat, lingkungannya aman, dan dijauhkan dari segala bahaya. Semoga sedekah dusun ini juga semakin mempererat kerukunan, kekompakan, dan kebersamaan warga,” pungkas Wartomo. (ang/naz)












