Pemerintahan

Sambut Tahun Baru Islam, Pemdes Karangwinongan Jombang Gelar Sedekah Desa dan Wayang Kulit

×

Sambut Tahun Baru Islam, Pemdes Karangwinongan Jombang Gelar Sedekah Desa dan Wayang Kulit

Sebarkan artikel ini
SIMBOLIS: Kepala Desa Karangwinongan Iknan menyerahkan wayang secara simbolis kepada Ki Dalang Tatut Sutanto saat acara sedekah desa, Selasa (16/6) malam.

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung mengadakan acara tasyakuran sekaligus menyambut tahun baru Islam 1448 Hijriah. Agenda ini dikemas melalui rangkaian acara Gelar Potensi Desa Karangwinongan 2026. Acara dipusatkan di halaman Balai Desa Karangwinongan, selama dua hari (15-16/6).

”Sedekah desa dihelat oleh masyarakat setempat sebagai wujud rasa syukur sekaligus melestarikan kebudayaan tradisional nenek moyang warga desa,” ujar Kepala Desa Karangwinongan Iknan

Baca Juga:  Lewat Terobosan Besut Buka Gerbang Emas, Cara Pemkab Jombang Tekan Angka Stunting

Rangkaian acara Gelar Potensi Desa Karangwinongan 2026 diawali sejak Senin (15/6) dengan menggelar khotmil alquran dan barik’an. Acara dilanjutkan keesokan harinya, Selasa (16/6) malam dengan menggelar pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Tatut Sutanto asal Klaten, Jawa Tengah dengan lakon Wahyu Senopati. Turut hadir jajaran Forkopimcam Mojoagung, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga setempat.

Baca Juga:  Jalan Provinsi di Desa Jatigedong - Tapen Jombang Mulai Terang, Pemkab Jombang Dapat Bantuan 20 Titik PJU

Selain menjadi hiburan masyarakat, rangkaian acara gelar potensi desa turut membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Selama pagelaran acara, mereka mendapat pemasukan tambahan dengan menawarkan dagangan dan jasa mereka.

Sedangkan pagelaran wayang kulit yang dipilih sebagai hiburan tradisional, merupakan wujud komitmen Pemdes Karangwinongan dalam melestarikan adat kebudayaan Jawa.

Baca Juga:  Nilai Jual Lebih Tinggi, Petani di Wonosalam Jombang Mulai Tertarik Budi Daya Durian Premium

”Rangkaian acara sedekah desa telah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat desa, sebagai jajaran pemdes, kami wajib mendukung dengan cara mengemasnya sedemikian rupa agar lebih meriah, tujuan utamanya untuk melestarikan adat lokal sekaligus mengangkat potensi desa dibidang kebudayaan,” pungkas Iknan. (dwi/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *