Pemerintahan

Gelar Potensi Desa Japanan 2026, Tradisi Sedekah Desa Jadi Magnet Ekonomi Warga

×

Gelar Potensi Desa Japanan 2026, Tradisi Sedekah Desa Jadi Magnet Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini
MERIAH: Kepala Desa Japanan Suwaji memberikan sambutan saat pagelaran karawitan dan campursari di pendopo kantor Desa Japanan, Sabtu (13/6) malam.

Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Japanan, Kecamatan Gudo, tak sekadar menggelar tradisi tahunan. Sedekah desa dikemas menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus pengungkit ekonomi warga melalui Gelar Potensi Desa Japanan 2026.

Komitmen itu tampak dari rangkaian kegiatan yang disusun rapi dan melibatkan seluruh elemen desa. Tradisi ini menjadi wujud syukur atas hasil panen dan berkah kehidupan, sekaligus penghormatan kepada leluhur. ”Tema yang kami angkat tahun ini merupakan penguatan dan pengembangan Desa Budaya sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan budaya,” tutur Kepala Desa Japanan Suwaji.

Baca Juga:  Buntut Tanah Gerak, Kepala OPD Disiagakan 24 Jam Berjaga di Desa Sambirejo Wonosalam Jombang

Rangkaian acara dimulai sejak Rabu (10/6) dengan khotmil Alqur’an di balai desa. Selanjutnya digelar kirab gunungan hasil bumi pada Jumat Pon (5/6) di Makam Sentono, Dusun Japanan, serta Jumat Kliwon (12/6) di Petilasan Pande, Dusun Kalongan.

Puncak kegiatan berlangsung Sabtu (13/6) di halaman Kantor Desa Japanan sejak siang hingga malam. Pemdes menyediakan stan UMKM untuk sembilan RT dan satu stan BUMDes. Warga juga disuguhi beragam hiburan, mulai dari barongsai, elektun, hingga karawitan dan campursari. ”Kami menyediakan stan UMKM kepada seluruh sembilan RT serta satu stan bagi BUMDes untuk berjualan selama acara berlangsung. Masyarakat yang hadir juga dapat menyaksikan berbagai hiburan, mulai dari aksi barongsai, elektun hingga karawitan dan campursari di malam hari,” terang Suwaji.

Baca Juga:  Stand Lamp Trotoar Wahid Hasyim Jombang Mati Berbulan-bulan, DLH Jombang Kesulitan Perbaiki

Penampilan campursari menjadi penutup yang istimewa. Seluruh pemain merupakan warga lokal yang tergabung dalam grup karawitan pakeliran dan campursari Mega Buana Desa Japanan.

Menurut Suwaji, kesiapan itu tak lepas dari pembinaan rutin yang difasilitasi Pemdes. Warga memiliki jadwal latihan tetap dengan dukungan gamelan dan tempat latihan di kantor desa. ”Warga kami rutin berlatih dan telah memiliki jadwal latihan, hal ini dikarenakan kami memiliki aset penunjang berupa gamelan serta tempat latihan yang memadai di lantai dua kantor desa,” tuturnya.

Baca Juga:  Ditandai Galon Bekas, Jalan Rusak di Desa Selorejo Mojowarno Jombang Belum Tertangani

Bagi masyarakat yang tidak hadir langsung, seluruh rangkaian acara juga disiarkan melalui kanal YouTube @Japanan TV.

Pemdes berharap kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi perekat kebersamaan warga. ”Kami selaku perwakilan Pemdes berharap acara sedekah desa ini dapat terus eksis serta menjadi ajang kekompakan seluruh warga Desa Japanan agar semakin guyub rukun serta bergotong royong dalam membangun desa,” pungkas Suwaji. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *