Uncategorized

Pamsimas Tak Bisa Dipakai, Warga Desa Jiporapah Jombang Menunggu Kiriman Air

×

Pamsimas Tak Bisa Dipakai, Warga Desa Jiporapah Jombang Menunggu Kiriman Air

Sebarkan artikel ini
ANTRE: Warga Dusun Brangkal, Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Jombang menunggu giliran mendapat air bersih, Sabtu (24/10). (Achmad RW/Radar Jombang)

DesaKita.co – Kekeringan yang melanda Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang menggelontorkan air.

Sejak tahun lalu sebenarnya ada fasilitas umum (fasum) penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas). Namun tak bisa digunakan oleh warga karena airnya tidak tawar.

Dari pantauan di lokasi, dua tangka air dari BPBD Jombang dan BPBD Jatim didistribusikan untuk dua dusun terdampak kekeringan. Satu tangki di Dusun Brangkal dan satunya di Dusun Jiporapah.

Kepala Dusun Brangkal, Suwoto, mengatakan, kekurangan air telah dirasakan warga sekitar satu bulan terakhir. ’’Ada 150 kepala keluarga (KK) dari 700 jiwa yang mengalami kesulitan mendapatkan air,’’ ucapnya.

Baca Juga:  Selamat! 391 Siswa di Jombang Lolos Masuk Perguruan Tinggi Jalur Prestasi, Ini Rinciannya

 Wilayah yang paling terdampak berada di RT 1, disusul RT 2 dan RT 4.

’’Biasanya saat kemarau panjang warga masih mengandalkan sumur bor di rumah masing-masing. Sekarang airnya mulai sulit, jadi warga mengambil air ke sungai,” jelasnya.

Persoalan kekeringan di Brangkal juga diperparah belum optimalnya fasilitas Pamsimas.

’’Sejak dibangun airnya asin. Jadi tidak layak digunakan warga,’’ ungkapnya.

Baca Juga:  Santri Ponpes Tebuireng di Desa Cukir Jombang Antusias Ngaji Kitab Kuning, Kaji Hadits Hingga Kitab Karangan KH Hasyim Asy'ari

Kondisi tersebut membuat warga belum memiliki alternatif pasokan air komunal yang bisa diandalkan ketika sumur pribadi mengering. Karena itu, bantuan kiriman air bersih menjadi satu-satunya upaya untuk memenuhi kebutuhan warga selama kemarau.

’’Per hari ini kami sudah luncurkan dua tangki air ke sana,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas melalui Supervisor BPBD Jombang, Stevy Maria.

Untuk Desa Jiporapah, dua tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan setiap dua hari sekali. ’’Kita kirim 10.000 liter setiap dua hari sekali untuk warga,’’ imbuhnya.

Baca Juga:  Bahu Jalan di Perbatasan Desa Watugaluh Menuju Brambang Jombang Ambles, Begini Kondisinya

Jiporapah menjadi titik kekeringan ketiga di Kabupaten Jombang. Sebelumnya, kekurangan air juga terjadi di Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno. Serta Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng.

Di Latsari, persoalan berkaitan dengan berkurangnya air sumur warga di tengah operasional irigasi perpompaan (Irpom).

Sementara di Kebondalem, kekurangan air bersih terjadi saat fasilitas Pamsimas tidak berfungsi. Kini, warga di wilayah utara Brantas juga menghadapi kesulitan serupa, dengan sumur mengering dan fasilitas Pamsimas yang belum bisa dimanfaatkan. (riz/jif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *