DesaKita.co– Kekeringan parah yang melanda Desa Jiporapah, Kecamatan Plandaan, Jombang membuat warga benar-benar harus bertahan dengan air seadanya.
Sebelum dropping air datang, warga harus rela bergiliran menggunakan air di belik, lubang yang dibuat di sungai yang mengering.
Seperti yang terlihat Sabtu (24/10) siang, di tengah terik matahari, dua orang warga terlihat sibuk di tengah sungai Dusun Brangkal, Desa Jiporapah yang sudah mongering. Keduanya berkumpul mendekat sebuah lubang berbentuk kotak yang disangga kayu.
Para pria membawa timba plastik kosong. Sementara warga perempuan terlihat membawa bak yang penuh dengan pakaian, dan akan mencuci baju. ’’Ini namanya belik, sumber kami mengambil air kalau kering begini,” terang Suko, 57, salah satu warga.
Belik menjadi salah satu cara warga di dusunnya untuk bertahan di kekeringan. Ini lubang yang digali sekitar 30-50 centimeter di tanah sungai. Lokasinya berada tidak jauh dari air sungai yang juga tidak bersih, namun masih menggenang.
’’Ini memang untuk menyaring. Kalau langsung di genangan kan kotor. Kalau dijarak sedikit begini kan airnya merembes, jadi nanti bisa diambil,’’ ucapnya.
Setiap hari, warga memanfaatkan belik. Di sungai itu ada sejumlah belik yang dibuat warga dan harus digunakan secara bergiliran.
’’Airnya kan tidak banyak, setelah diambil, biasanya didiamkan dulu sekitar 30 menit, kalau sudah terisi lagi diambil lagi,” terangnya.
Di Dusun Brangkal kekeringan sudah melanda sejak dua bulan terakhir. Air di beberapa sumur komunal di kampung mereka sedang mengering. Air sumur bor kondisinya sama.
’’Sudah dua bulan air mengecil dan sampai sekarang makin kecil. Bahkan tidak keluar,” terang Leni, 45, pengguna belik yang lain.
Siang kemarin, di tengah terik di bawah sungai ia datang untuk mencuci pakaian. Karena bukan air yang sangat bersih, warga menggunakan air belik untuk kepentingan selain memasak dan minum. ’’Air belik dibuat mandi, cuci dan untuk minum ternak,’’ ucapnya.
Meski tidak berssih sebersih air sumur, air belik terpaksa digunakan untuk mencuci karena kebutuhan yang mendesak. Mereka juga harus berhemat, bahkan harus bergiliran. (riz/jif)










