DesaKita.co – Hobi mengunjungi berbagai kedai kopi atau coffee hopping menjadi cara Pelaksana Teknis Sub Kegiatan Produksi Tanaman Perkebunan Disperta Jombang, Syafril Yudhi Pratama SP MM, menggali inspirasi sekaligus mengenali potensi kopi lokal.
Baginya, menikmati kopi bukan hanya soal rasa. Tetapi juga memahami teknik penyeduhan, kreativitas barista, hingga peluang meningkatkan nilai jual produk perkebunan.
Ketertarikan itu sejalan dengan misinya mengangkat pamor Kopi Excelsa Jombang, khususnya yang dikembangkan di Wonosalam. Pada 2024, Disperta Jombang mendaftarkan Kopi Excelsa untuk memperoleh sertifikat Indikasi Geografis (IG).
Bersama Masyarakat Peduli Indikasi Geografis Kopi, dia berharap kopi khas Jombang ini semakin dikenal luas dan memiliki nilai tawar lebih tinggi di pasar.
”Bagi saya, coffee hopping bukan cuma hobi, tetapi juga cara memperluas wawasan, bertukar inspirasi, dan melihat bagaimana kopi lokal dapat berkembang menjadi produk bernilai tambah serta memiliki daya saing,” katanya.
Perlindungan Indikasi Geografis penting untuk menjaga identitas produk khas daerah sekaligus memberikan manfaat bagi produsen lokal dan kepastian bagi konsumen mengenai keaslian produk. Upaya itu diharapkan dapat memperkuat posisi Kopi Excelsa Wonosalam sebagai produk unggulan perkebunan Jombang.
Syafril juga mendukung pengembangan petani muda. Pada 2023 dan 2024, petani muda tembakau Jombang berhasil meraih Juara I Agropreneur Award tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.
Baginya, pengembangan pertanian perlu diarahkan pada penciptaan nilai tambah dan peningkatan daya saing agar mampu memberikan dampak nyata kesejahteraan petani.
”Harapannya, Kopi Excelsa semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Sekaligus mendorong generasi muda melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” tuturnya.
Di luar kiprahnya di sektor perkebunan, Syafril juga pernah meraih Juara I Pop Singer tingkat Provinsi Jawa Timur pada 2008. (fid/jif)












