DesaKita.Co – Hari Desa Nasional 2027 di Kabupaten Mojokerto dipastikan menjadi pesta rakyat sekaligus strategi pemerintah dalam melakukan pengentasan kemiskinan.
Setidaknya ada tiga klaster rangkaian kegiatan untuk memeriahkan agenda nasional menuju puncak acara pada 15 Januari 2027 mendatang tersebut.
Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) M. Afif Zamroni mengatakan, Kemendes PDT secara resmi menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 602 Tahun 2026 yang menetapkan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, sebagai lokasi utama pelaksanaan Hari Desa Nasional 2027 pada 15 Januari 2027.
”Ini adalah kesempatan besar bagi daerah untuk mendongkrak perekonomian desa serta mengangkat potensi lokal agar semakin dikenal luas hingga tingkat nasional dan mancanegara,” ungkap Gus Afif, sapaan karib M. Afif Zamroni di kediamannya, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Jumat (25/9).

Menurutnya, menyongsong puncak acara pada 15 Januari 2027 mendatang, Kemendes PDT bersama pemangku kepentingan, termasuk Pemkab Mojokerto tengah menggodok berbagai agenda strategis yang dibagi ke dalam tiga klaster.
Pertama, terang Gus Afif, klaster pembukaan atau soft launching diagendakan akhir Oktober hingga awal November 2026.
Agenda tersebut sekaligus menandakan dimulainya rangkaian acara melalui kegiatan tingkat provinsi dan kabupaten secara serentak yang akan dihadiri langsung Mendes PDT Yandri Susanto.
Lalu, klaster lokal atau daerah, yakni pelaksanaan berbagai kegiatan dan event kreatif di masing-masing provinsi dan kabupaten untuk menggali potensi khas daerah.
”Selanjutnya klaster puncak Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2027, acara puncak berskala nasional di Kabupaten Mojokerto. Rencananya, Kemendes PDT juga akan mengundang secara khusus Presiden RI Bapak Prabowo Subianto untuk hadir langsung,” tegasnya.
Gus Afif menyatakan, peringatan Hari Desa Nasional 2027 merupakan wujud nyata dalam menerjemahkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin membangun dari bawah untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
”Kami melihat kesiapan dan keseriusan Kabupaten Mojokerto sangat luar biasa, sehingga layak menjadi tuan rumah utama. Melalui keputusan ini, kami berharap Kabupaten Mojokerto dapat menyuguhkan rangkaian event yang spektakuler dan berdampak luas bagi kebangkitan ekonomi desa,” jelasnya.
Dengan demikian, momentum ini dioptimalkan untuk mempromosikan berbagai sektor unggulan desa. Mulai dari pariwisata, kuliner khas, kerajinan kriya, hingga produk ekonomi kreatif lainnya.
Gus Afif meyakini bahwa setiap desa di Indonesia memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang wajib diangkat ke permukaan agar kesejahteraan masyarakat desa kian meningkat.
”Jadi, secara prinsip, Hari Desa Nasional 2027 ini menjadi momentum pesta rakyat dan mendongkrak perekonomian warga desa, sekaligus menjadi strategi pemerintah menekan dan mengentaskan kemiskinan,” pungkasnya. (ori/ris)












