Desakita.co – Kerusakan penutup pintu Dam Karet Jatimlerek di Sungai Brantas yang jebol hingga kini belum bisa dilakukan perbaikan.
Petugas kesulitan melakukan pengecekan tingkat kerusakan lantaran terkendala debit air Sungai Brantas yang besar.
Seperti yang terlihat Jumat (17/5) siang, sejumlah karung dan pasir memang sudah disiapkan di dekat pintu 6 Dam Karet Jatimlerek.
Kendati demikian, hingga kini material itu terlihat masih teronggok di lokasi dan belum diletakkan di hilir dam.
Baca Juga: Petani di Utara Brantas Jombang Was-Was Tak Tercukupi Irigasi Dampak Dam Jatimlerek Jebol, Begini Tanggapan Dewan
”Rencananya memang mau dipakai bikin bendungan kecil di hilirnya situ,” terang Effendi, petugas jaga Dam Karet Jatimlerek.
Effendi menyebut, perbaikan kerusakan karet itu sedianya tengah diupayakan.
Salah satu alternatif caranya, adalah dengan menaruh sandbag di hilir dam agar air bisa dialihkan menuju pintu lain.
”Karena sampai sekarang kan kita belum tahu tempat robekan karetnya, apakah di belakang atau yang bagian bawah,” lontarnya.
Rencananya, perbaikan juga akan dilakukan dengan cara perbaikan darurat terlebih dahulu.
”Kalau yang sekarang masih perbaikan sementara, artinya ditambal yang sobek, tapi belum bisa ini karena debitnya masih tinggi, dan kalau dam semua dibuka ya air makin sedikit yang bisa dipompa,” lontarnya.
Ia menyebut, pemasangan sandbag mau tak mau memang harus menunggu air benar-benar berkurang nantinya.
”Ya mungkin nunggu agak surut lagi, nanti ditaruh di sungai, airnya dialihkan bendung kecil, baru ditangani yang di pintu besarnya ini,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala BBWS Bratas Hendra Ahyadi sebelumnya mengatakan bahwa rusaknya pintu Dam Karet Jatimlerek akan dilakukan perbaikan darurat terlebih dahulu.
”Tahun ini memang diperbaiki dulu sementara,” ucapnya saat meninjau kerusakan Dam karet Jatimlerek (16/5).
Pihaknya menyebut, perbaikan secara menyeluruh baru akan bisa dilakukan pada tahun 2025 mendatang.
”Tahun depan bisa dilakukan penggantian secara utuh. Tahun ini kami berkomitmen melakukan desainnya,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sbeelumnya, kerusakan pintu Dam Karet Jatimlerek menjadikan petani di kawasan utara Brantas kelimpungan.
Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan dinas pertanian (Disperta) Jombang, total luas lahan yang terdampak mencapai hingga 1.341 hektare, tersebar di wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Ploso.
Kepala Disperta Jombang M Rony mengatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di lapangan, total luas lahan yang terdampak kerusakan pintu Dam karet jatimlerek ditaksir mencapai 1.341 hektare.
”Dari pendataan yang kita lakukan, total sekitar 1.341 hektare lahan mengandalkan pengairan dari Saluran Primer Jatimlerek,” terangnya, Rabu (15/5).
Guna kebutuhan irigasi pertanian, petugas mendatangkan dua unit mesin pompa tujuannya agar petani tetap bisa menggarap sawah. (riz/naz/ang)












