DesaKita.co – Pengukuhan ratusan siswa program Tahfidz Alquran siswa kelas 9 MTsN 2 Jombang di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso berlangsung istimewa.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Dr Muhajir SPd MAg secara langsung melakukan uji publik hafalan Alquran kepada para siswa.
Dalam sesi tersebut, siswa diminta untuk melanjutkan ayat Alquran yang dibacakan. Tanpa ragu, para siswa yang sudah memiliki hafalan langsung melanjutkan bacaan dengan lancar.
Uji publik serupa juga dilakukan, Kasi Pendma Nur Khozin SPd MAg, dengan hasil yang sama, siswa mampu melanjutkan lantunan ayat Alquran dengan baik.
Kepala Kantor Kemenag Jombang Dr Muhajir SPd MAg menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa. Ia mengucapkan selamat kepada siswa kelas 9 yang dikukuhkan sebagai penghafal Alquran.
”Selamat dan sukses untuk anak-anak kelas IX yang sudah dikukuhkan sebagai penghafal Alquran. Ada yang hafal 3 juz, 5 juz, 6 juz, dan semoga bisa mencapai 30 juz,” katanya.
Ia juga mendorong para siswa terus melanjutkan hafalan Alquran dengan semangat dan pantang menyerah. Menurutnya, program tahfidz yang berjalan hingga ke-17 ini menunjukkan konsistensi MTsN 2 Jombang dalam mencetak generasi penghafal Alquran.
”Ini luar biasa, karena sudah yang ke-17. Artinya MTsN 2 Jombang di PP Darul Ulum Rejoso telah mencetak kader-kader penghafal Alquran,” imbuhnya.
Muhajir turut menyampaikan apresiasi kepada para guru dan kepala madrasah yang sudah membimbing siswa dengan penuh kesabaran. Ia meyakini dedikasi tersebut akan mendapatkan balasan dari Allah SWT.
Lebih lanjut, ia menegaskan pendidikan di jenjang MTs atau SMP belumlah cukup, sehingga siswa diharapkan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Sementara itu, Bendahara Umum Majelis PP Darul Ulum (MPPDU) Rejoso Drs KH Zaimuddin Wijaya As’ad (Gus Zu’em), menekankan pentingnya menjadikan Alquran tidak hanya sebagai hafalan, tetapi juga sebagai pedoman hidup.
”Alquran memiliki nilai lebih ketika tidak hanya dihafalkan, tetapi juga dijadikan wasilah dalam kehidupan,” katanya.
Ia juga mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan PP Darul Ulum agar kesinambungan keilmuan tetap terjaga.
Menurutnya, masa belajar di pesantren idealnya ditempuh minimal lima hingga enam tahun agar memberikan kesan dan pembentukan karakter yang kuat.
Gus Zu’em mengaku terkesan dengan kemampuan siswa saat diuji langsung Kepala Kemenag dan Kasi Pendma.
”Saya sempat ndredek, namun ternyata anak-anak berhasil. Ini menunjukkan mereka memang pantas untuk dikukuhkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keistiqamahan dalam membaca dan menghafal Alquran setiap hari.
Selain itu, ia menyinggung metode menghafal yang tidak hanya mengingat, tetapi juga memahami makna ayat agar hafalan lebih kuat.
”Tidak hanya cukup dikukuhkan, tetapi juga harus memahami dan merawat hafalan yang dimiliki,” katanya. (fid/naz)












