Lifestyle

Rahasia Bugar Ala Bambang Tedjoatmojo, Kabid di Dishub Jombang Rutin Olahraga

×

Rahasia Bugar Ala Bambang Tedjoatmojo, Kabid di Dishub Jombang Rutin Olahraga

Sebarkan artikel ini
Kabid Dalops dan Perparkiran Dishub Jombang Bambang Tedjoatmoko (kiri) bertugas di lapangan.

DesaKita.co – Untuk menjaga ritme kehidupan di tengah padatnya tanggung jawab sebagai Kepala Bidang Pengendalian Operasional (Dalops) dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Bambang Tedjoatmoko memilih konsisten berolahraga sebagai kunci utama kebugaran.

Sejak muda, olahraga sudah menjadi bagian dari kesehariannya. Tenis lapangan menjadi cabang yang paling digemari.

Bahkan, ia sempat aktif sebagai pengurus Pelti Jombang selama dua periode dan pernah menjabat sebagai sekretaris.

”Dulu aktif tenis lapangan, tapi sekarang mulai saya kurangi,” katanya.

Baca Juga:  Tingkatkan Akses Warga, Desa Tunggorono Jombang Bangun Jalan ke Tempat Pemakaman Umum

Seiring bertambahnya usia, Tedjo mulai beralih ke olahraga yang lebih ringan. Jogging menjadi pilihan utama untuk menjaga stamina. Sementara berenang sesekali dilakukan sebagai variasi.

Aktivitas tersebut dinilainya cukup efektif menjaga kondisi tubuh tetap bugar.

Tak hanya olahraga, dia juga memiliki hobi memelihara burung. Kegiatan ini menjadi cara sederhana untuk melepas penat di tengah rutinitas pekerjaan yang dinamis.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Desa, Dinas Perkim Jombang Rehab 52 Rumah Tidak Layak Huni

Tedjo tinggal di Desa Plandi, Kecamatan Jombang bersama keluarga. Ia menikah dengan dr Titiek Nur Indijah yang kini bertugas di RSUD Jombang dan merupakan alumni Universitas Brawijaya.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang putra, yakni Alif Satrio P dan Baieki Satrio Prakoso

Perhatian pada keluarga tetap menjadi prioritasnya. Dalam mendidik anak, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, agama, dan etika.

Baca Juga:  Asal-usul Desa Daditunggal Kecamatan Ploso Jombang: Dulunya Ada 4 Desa, Lalu Dimerger Jadi Satu Desa

”Pendidikan harus seimbang antara sains, agama, dan etika. Tapi saya lebih menekankan pada agama dan etika,” ungkapnya.

Menurutnya, nilai agama dan etika merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak, yang akan melengkapi kemampuan akademik mereka di masa depan.

Dengan menjaga ritme melalui olahraga dan keseimbangan hidup, dia terus berupaya menjalankan tugasnya secara optimal.

”Sekaligus membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai kuat,” katanya. (fid/naz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *