Desakita.co – Menyediakan stok pangan dengan harga stabil menjadi program prioritas Pemerintah Desa (Pemdes) Purwojati, Kecamatan Ngoro. Salah satunya dengan mencetuskan produksi telur ayam dalam rangka swasembada pangan yang dimulai sejak Desember 2025 kemarin.
Dengan membangun kandang ayam berukuran 7×21 meter, diharapkan suplai telur dapat memenuhi asupan gizi untuk ribuan masyarakat yang tersebut di tujuh dusun. Anggaran yang bersumber dari Dana Desa sebesar Rp 265 juta dijadikan modal kuat untuk merealisasikan program tersebut.
’’Kami baru memulai pengembangan produksi telur ayam dengan membangun kandang ayam petelur sebanyak seribu ekor yang dimulai Desember 2025,’’ ungkap Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dharma Sejati Desa Purwojati, Feri Andrianto.
Sesuai rancangannya, BUMDes tidak hanya membangun kandang yang berdiri di atas tanah kas desa (TKD) tersebut. Akan tetapi, juga mampu memproduksi puluhan kilogram (kg) telur ayam setiap hari. Setidaknya, 40 kg telur mampu diproduksi seribu ekor ayam setiap hari.
Dari stok tersebut, nantinya telur akan dijual kepada warga dengan harga dibawah harga eceran tertinggi. Dengan skema tersebut, stok telur tidak sekadar tersedia melimpah, tapi juga mampu meringankan warga dalam mencukupi kebutuhan pangannya setiap hari.
’’Harapan kami, dengan produksi telur ini juga dapat menstabilkan harga telur ayam agar tidak fluktuatif. Kami juga bisa menyediakan stok telur untuk memontum tertentu seperti jelang ramadan atau lebaran,’’ pungkasnya. (far/fen)












