Pemerintahan

Petani Tembakau Jombang Resah, Pemdes Tanjungwadung dan Disperta Bergerak Cepat

×

Petani Tembakau Jombang Resah, Pemdes Tanjungwadung dan Disperta Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini
KOORDINASI: Kepala Desa Tanjungwadung Supono (paling kiri) mendampingi Kepala Disperta Kabupaten Jombang M Rony, tim SIANI BBPPTP Surabaya dan PPL BPP Kabuh meninjau kondisi tanaman tembakau di lahan Poktan Peyek, Desa Tanjungwadung, Senin (27/7).

JOMBANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, bergerak cepat merespons keluhan petani terkait serangan penyakit pada tanaman tembakau.

Laporan petani langsung diteruskan ke Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang hingga ditindaklanjuti dengan identifikasi lapangan bersama tim teknis.

Identifikasi dilakukan Senin (27/7) di lahan Kelompok Tani (Poktan) Peyek, Desa Tanjungwadung. Kegiatan melibatkan Disperta Kabupaten Jombang, Penyuluh Pertanian Lapangan Badan Pelaksana Penyuluhan (PPL BPP) Kabuh, SIANI (Sahabat Setia Petani) Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, serta Pemerintah Desa Tanjungwadung.

Baca Juga:  Target Musim Tanam Padi di Jombang 33.046 Hektare, Dinas Pertanian Rutin Koordinasi BMKG

Kepala Desa Tanjungwadung Supono mengatakan, sinergi lintas pihak tersebut dilakukan agar penyebab serangan dapat dipastikan melalui identifikasi ilmiah sehingga penanganannya tepat sasaran. ”Keterlibatan berbagai pihak diharapkan, dapat menjadi dasar identifikasi secara ilmiah sehingga solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan penyebab di lapangan,” ujarnya.

Menurut Supono, tembakau merupakan komoditas perkebunan unggulan di wilayah Kabuh yang mampu mendongkrak pendapatan petani saat musim kemarau. Meski kondisi cuaca mendukung pertumbuhan tanaman, risiko gangguan dalam proses budidaya tetap bisa terjadi. ”Namun, meskipun telah sesuai, permasalahan dalam budidaya tanaman tembakau tetap saja ada kemungkinan terjadi,” tambahnya.

Baca Juga:  Harga Jual Tinggi, Petani Tembakau di Desa Kabuh Jombang Ini Jutru Elus Dada, Ini Penyebabnya

Selama identifikasi, tim gabungan tidak hanya mengamati tanaman yang menunjukkan gejala layu. Mereka juga berdiskusi dengan petani mengenai riwayat budidaya, kondisi lahan, pola pemupukan, hingga kemungkinan adanya serangan penyakit.

Tim SIANI BBPPTP Surabaya turut memberikan pendampingan teknis dengan menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanah dan menerapkan pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara terpadu. Upaya yang direkomendasikan meliputi perbaikan kondisi tanah, pemanfaatan agens hayati (jamur antagonis), aplikasi bakteri baik, fungisida alami, serta penggunaan bahan kimia sintetik secara bijak.

Baca Juga:  Punya Potensi Jadi Tempat Wisata, Rolak 70 di Desa Bugasur Kedaleman Jombang Ditinjau Pemkab Jombang

Kepala Disperta Kabupaten Jombang M. Rony menegaskan, kehadiran pemerintah bersama tim teknis merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat terhadap persoalan yang dihadapi petani. ”Pemerintah tidak ingin petani berjalan sendiri menghadapi persoalan di lapangan, ketika muncul indikasi penyakit pada tanaman tembakau, kami segera memfasilitasi untuk melakukan identifikasi secara langsung. Dengan diagnosis yang tepat, diharapkan solusi yang diberikan juga tepat sasaran sehingga kerugian petani dapat diminimalkan,” tegasnya. (dwi/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *