Desakita.co – Program ketahanan pangan yang digaungkan pemerintah lantas disambut baik pemerintah desa (pemdes). Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, bahkan menyiapkan anggaran untuk membangun kandang ayam petelur. Hasilnya, kini bukan saja dapat dinikmati, melainkan sudah diperjualbelikan kepada masyarakat luas. Sehingga mampu mengangkat perekonomian desa dari sektor peternakan.
Sejak program peningkatan ketahanan pangan digulirkan pemerintah melalui pemberdayaan di sektor peternakan dan pertanian, Pemerintah Desa (Pemdes) Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, ini langsung tancap gas melakukan aksi nyata.
’’Kami memberikan penyertaan modal kepada Bumdes Payung Berkah dalam menanggapi terkait ketahanan pangan,’’ kata Sekretaris Desa Payungrejo Feridiyanto, kemarin (14/1).
Feri mengatakan, penyertaan modal tersebut tentunya dimanfaatkan Bumdes Payung Berkah untuk membangun kandang ternak ayam petelur.
’’Sejak November 2025 lalu, kami membangun kandang ayam petelur dengan anggaran sekitar Rp 230 juta di Dusun Wonokusumo,’’ tandasnya.
Ia menjelaskan, kandang ini dinilai sangat efisien dan nyaman untuk mengembangkan ayam petelur. Sehingga dengan mengusung konsep kandang yang nyaman dan bersih, ke depan diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal.
’’Ada sekitar 700 ayam petelur di kandang tersebut,’’ imbuhnya.
Seiring berjalannya waktu, lanjut Feri, ayam petelur ini pada awalnya menghasilkan beberapa kilogram telur.
’’Awal mulai bertelur, hasil yang didapat rata-rata 4 kiloan. Namun, saat ini bisa menghasilkan 12 kilogram, dan jika proses bertelurnya maksimal bisa mencapai 30 kilogram,’’ terangnya.
Hasil yang didapat ini lantas disalurkan di lingkungan setempat. Mulai di tingkat dusun dan pertokoan di kawasan Desa Payungrejo.
’’Awal kita menjual di toko-toko sembako yang ada di setiap dusun. Namun, di sisi lain warga juga bisa langsung membeli ke Bumdes,’’ ungkap Feri.
Dia menambahkan, dengan adanya ternak ayam petelur ini diharapkan mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Desa Payungrejo.
’’Diharapkan kebutuhan pangan, khususnya telur ini bisa merata dan semua warga dapat menikmatinya, serta perekonomian makin meningkat,’’ pungkasnya. (dik/ris)












