Pemerintahan

Pemdes Tunggorono Jombang Tak Menyerah, Sedekah Desa Tetap Digelar Meski Anggaran Terbatas

×

Pemdes Tunggorono Jombang Tak Menyerah, Sedekah Desa Tetap Digelar Meski Anggaran Terbatas

Sebarkan artikel ini
PEDULI: Kepala Desa Tunggorono Didik Dwi Mulyawan saat menyalurkan santunan anak yatim.

Desakita.co – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan semangat Pemerintah Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, untuk tetap menggelar sedekah desa. Tradisi tahunan yang menjadi warisan leluhur itu tetap dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan budaya, sosial, dan keagamaan yang bertepatan dengan momentum peringatan hari besar Islam.

Kepala Desa Tunggorono Didik Dwi Mulyawan mengatakan, penyusutan anggaran bukan menjadi alasan menghentikan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun. Menurutnya, sedekah desa merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga. ”Meski anggaran menyusut, kami tetap melaksanakan rangkaian sedekah desa karena ini merupakan tradisi yang harus tetap dijaga,” ujarnya.

Baca Juga:  Gelar Skrining Kesehatan dan Senam Bersama, Cara Puskesmas Cukir Jombang Peringati HKN 2024

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan seserahan perangkat desa. Selanjutnya, pemerintah desa menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu dari seluruh wilayah Desa Tunggorono sebagai bagian dari kegiatan sosial.

Baca Juga:  Sedekah Bumi Dusun Klepek, Desa Sukoiber Jombang Jadi Magnet Warga, Gunungan Hasil Panen Diperebutkan

Pada Minggu (5/7), kegiatan dilanjutkan dengan pagelaran kesenian jaranan yang menjadi hiburan masyarakat. Acara berlangsung selama sehari penuh dalam suasana aman dan kondusif.

Puncak sedekah desa dijadwalkan berlangsung pada Senin (13/7) malam. Pemdes Tunggorono menggelar pengajian umum dan selawat bersama dengan menghadirkan Kiai Brangti asal Karangkletak, Tunggorono, serta Gus Muhammad Izzul Kafie asal Mojokerto. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB atau selepas salat Isya.

Baca Juga:  Sambut Bulan Suro, Warga Pulolor Jombang Padamkan Lampu lalu Keliling Kampung Bawa Obor

Didik berharap rangkaian sedekah desa tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal. ”Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga. Selain melestarikan budaya, kami juga mengisinya dengan kegiatan sosial dan keagamaan agar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (ang/naz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *