JOMBANG – Pemerintah Desa (Pemdes) Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Salah satunya melalui pembangunan jalan paving di Dusun Jajar yang kini membuat akses masyarakat lebih aman dan nyaman.
Pembangunan dua titik jalan lingkungan tersebut direalisasikan melalui program Desa Maju dan Sejahtera (Mantra) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jombang 2026. Program Desa Mantra merupakan program unggulan Pemkab Jombang di bawah kepemimpinan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Salmanudin. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian desa sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar.
Kepala Desa Kepuhkembeng Anis Prasetyo Ari mengatakan, tahun ini pihaknya merealisasikan dua titik pembangunan jalan paving di Dusun Jajar. Pembangunan tersebut diprioritaskan berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan bersama masyarakat. ”Tahun ini, Pemdes Kepuhkembeng merealisasikan dua titik pembangunan jalan paving di Dusun Jajar lewat program Desa Mantra yang dampaknya langsung dapat dirasakan oleh masyarakat,” terang Anis.
Dia memerinci, titik pertama berada di RT 05/RW 05 dengan panjang 36,8 meter. Jalan tersebut menjadi akses utama menuju makam dusun. Sementara titik kedua berada di RT 04/RW 05 dengan panjang 119 meter. Lokasinya berada di kawasan permukiman penduduk dan menjadi salah satu akses aktivitas warga sehari-hari.
Dalam pelaksanaannya, Pemdes Kepuhkembeng tidak hanya mengejar pembangunan fisik. Proses pekerjaan dilaksanakan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kepuhkembeng dengan melibatkan warga setempat. Pelibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemdes dalam menjaga transparansi pengelolaan anggaran sekaligus mendorong pemberdayaan dan peningkatan perekonomian warga.
Anis menjelaskan, pembangunan dilakukan karena kondisi jalan sebelumnya sudah rusak dan kurang layak. Kondisi tersebut cukup mengganggu mobilitas masyarakat. Karena itu, lokasi pembangunan ditentukan berdasarkan skala prioritas yang disepakati bersama warga.
Kini, akses yang sebelumnya kurang memadai telah berubah menjadi jalan paving yang lebih layak. Warga pun dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. ”Harapan kami, pembangunan jalan paving dapat semakin menunjang kelancaran akses dan kenyamanan warga. Ini merupakan wujud komitmen kami selaku perangkat desa dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (dwi/naz)









