PendidikanPotensiWisata

Engineers in Action 2026: Kolaborasi Mahasiswa ITS dan NTUST Taiwan Sulap Desa Kemiri Menjadi Laboratorium Inovasi Berkelanjutan

×

Engineers in Action 2026: Kolaborasi Mahasiswa ITS dan NTUST Taiwan Sulap Desa Kemiri Menjadi Laboratorium Inovasi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
INOVATIF: Sistem aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan dan hidroponik menjadi salah satu inovasi unggulan program program EIA 2026 ITS di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Selasa (14/7).

DesaKita.co – Komitmen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan solusi teknologi berdampak nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program Engineers in Action (EIA) 2026.

Digelar Departemen Teknik Kimia ITS pada 25 Juni–8 Juli 2026 di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, program pengabdian masyarakat bertaraf internasional ini menghadirkan kolaborasi antara mahasiswa ITS dan National Taiwan University of Science and Technology (NTUST), Taiwan, untuk mengembangkan berbagai inovasi teknologi tepat guna yang mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Koordinator EIA 2026, Prof. Dr. Eng. Kusdianto, S.T., M.Sc. Eng., menjelaskan seluruh program yang dijalankan disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama masyarakat Desa Kemiri.

’’Kami ingin memastikan setiap solusi yang dihadirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, seluruh program dirancang secara partisipatif agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,’’ ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada LPDP melalui WCU Equity Program Global Community Outreach 2026, Prof. Wang dan tim EIA dari NTUST, serta Departemen Teknik Kimia ITS.

’’Berdasarkan Analisa kebutuhan masyarakat, tim EIA 2026 melaksanakan enam program utama. Mencakup pengelolaan sumber daya air, pengembangan infrastruktur, revitalisasi pertanian, peningkatan literasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga edukasi lingkungan,’’ tegasnya.

Baca Juga:  Adakan Penyuluhan Bimbingan Jabatan Bagi Siswa, Upaya Dinas Tenaga Kerja Jombang Jembatani Siswa dengan Dunia Kerja

Menurutnya, salah satu inovasi unggulan yang berhasil diwujudkan ada pembangunan sistem aquaponik yang mengintegrasikan budidaya ikan dan hidroponik.

Termasuk pemasangan panel surya sebagai sumber energy ramah lingkungan.

’’Pengembangan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat mengenai penerapan teknologi pertanian modern yang berkelanjutan,’’ urainya.

kembali diwujudkan melalui program EIA 2026 di Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Selasa (14/7).

Selain itu program utama lainnya ada rainwater harvesting system.

Yakni sistem pemanenan air hujan yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan air dimasa depan.

Sistem ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air masyarakat. Sekaligus mendukung konservasi sumber daya air secara berkelanjutan, terutama saat musim kemarau.

Di bidang infrastruktur, tim EIA membangun public sports facilities di kawasan Dusun Nono sebagai ruang olahraga.

Sekaligus tempat interaksi sosial masyarakat.

Selain itu, pemasangan road sign pada sejumlah titik rawan kecelakaan.

Itu untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan melalui pengingat agar pengendara mengurangi kecepatan dan lebih waspada saat melintasi kawasan desa.

Baca Juga:  Kembangkan Mesin Press Hidrolik, DTMI ITS Surabaya Sukses Bantu UMKM Spirulina di Diwek Jombang

’’Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, EIA 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat,’’ tegasnya.

Para petani memperoleh pelatihan pengoperasian alat pengering padi untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

Sementara ibu rumah tangga mengikuti pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah sebagai produk bernilai ekonomi.

Sekaligus mendukung pengelolaan limbah rumah tangga.

Di sisi lain, siswa sekolah dasar diajak mengenal konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui permainan edukatif dan praktik kreatif yang menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Sebagai bentuk dukungan peningkatan kualitas pendidikan, tim EIA juga merevitalisasi bangunan sekolah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi reading corner yang nyaman.

Dilengkapi koleksi buku hasil donasi.

’’Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya membaca sekaligus menjadi ruang belajar yang inspiratif bagi para siswa,’’ bebernya.

Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan dosen pembimbing, mahasiswa ITS, mahasiswa NTUST, serta masyarakat Desa Kemiri yang berpartisipasi aktif sejak tahap perencanaan hingga implementasi program.

Baca Juga:  Desa Gemekan, Kecamatan Sooko Optimalkan Pengelolaan Cagar Budaya Situs Gemekan

’’Kolaborasi lintas negara ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya, tetapi juga memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menerapkan solusi rekayasa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat,’’ jelasnya.

Tak urung, melalui berbagai inovasi tersebut, EIA 2026 turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Khususnya SDG 4 (Quality Education), melalui pengembangan Reading Corner dan edukasi lingkungan. SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui pembangunan Rainwater Harvesting System.

SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), melalui pembangunan fasilitas publik dan peningkatan keselamatan jalan.

Lalu SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan minyak jelantah dan edukasi pengelolaan sampah.

Kolaborasi antara ITS, NTUST, dan masyarakat Desa Kemiri ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, mitra internasional, dan masyarakat mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan lokal, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan desa.

’’Melalui EIA 2026, ITS kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat,’’ pungkasnya. (ori)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *