Desakita.co – Pemerintah Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, terus memacu penguatan ekonomi desa. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mulur, desa ini mengembangkan unit usaha peternakan ayam petelur yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus mendongkrak pendapatan asli desa (PADes).
Kepala Desa Plosogenuk, Purnami, menyebut program tersebut tak semata mengejar profit. Lebih dari itu, menjadi bagian dari implementasi kebijakan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan Dana Desa (DD). Usaha peternakan ayam petelur diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi sekaligus menekan harga di tingkat konsumen. ”Ke depannya kami juga menjalin kolaborasi untuk distribusi telur dengan kebutuhan SPPG yang ada di wilayah sekitar desa kami,” tuturnya.
Unit usaha tersebut dibangun di lahan kas desa di Dusun Ploso dengan kandang ayam petelur yang dirancang sesuai standar teknis, termasuk mempertimbangkan aspek lingkungan. Pemilihan usaha ayam petelur disebut sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekonomi desa pada sektor yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. ”BUMDes kami sebelumnya telah memiliki tiga unit usaha, yaitu pinjaman, persewaan tosa serta kios desa, seluruhnya sudah berjalan dan akan terus kami kembangkan sebagai PADes,” ujarnya.
Pengelolaan usaha, kata dia, dilakukan secara profesional dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Selain memperkuat ekonomi desa, langkah ini juga diharapkan mampu menekan angka pengangguran. ”Pengelolaan unit usaha dilakukan secara profesional dengan melibatkan serta memberdayakan tenaga kerja lokal, Langkah ini kami harapkan dapat membantu menekan angka pengangguran,” tandas Purnami.
Tak berhenti di sisi produksi, BUMDes Karya Mulur juga menerapkan pola hilirisasi sederhana. Limbah kotoran ayam dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian sekitar kandang. Pola ini membentuk ekosistem pertanian sirkular yang saling menopang. Melalui pengembangan unit usaha yang terarah dan berkelanjutan, Desa Plosogenuk menunjukkan arah baru BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing. (dwi/naz)












