Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Penggaron, Kecamatan Mojowarno, menjalin kemitraan dengan akademisi UPN Veteran Jawa Timur untuk mewujudkan konsep smart and sustainable village. Kerja sama ini ditandai dengan pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pendopo kantor desa, Selasa (21/7).
Kepala Desa Penggaron Rikoret Hendrik menyebut, tujuan utama program adalah meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif warga. ”Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pengelolaan bank sampah, program Pamsimas (penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat) hingga pemasaran produk UMKM desa,” ujarnya.
Baca Juga: Prabowo Resmi Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Ini Sosok Penggantinya
Konsep desa cerdas dan berkelanjutan ini diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa. ”Upaya terpadu dilakukan agar desa tumbuh merata, bebas kemiskinan, serta berjejaring dalam percepatan pembangunan,” tegasnya.
Desa Penggaron sendiri dikenal sebagai sentra perajin tenun dan home industri keripik bonggol pisang. ”Pemanfaatan teknologi digital diharapkan mampu memperluas pemasaran produk UMKM sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi lokal,” bebernya.
Kerja sama dengan akademisi juga menjadi sarana penguatan kader desa melalui pendampingan teknologi tepat guna. ”Kerja sama ini saling menguntungkan. Desa mendapat pendampingan sesuai kebutuhan, sementara akademisi bisa mengimplementasikan penelitian langsung di lapangan,” pungkas Rikoret Hendrik. (dwi/naz)












