Uncategorized

Tips Galuh Tisna Widiana warga Desa Brodot Jombang Didik Anak: Berikan Kebabasan Tapi Tetap Diawasi

×

Tips Galuh Tisna Widiana warga Desa Brodot Jombang Didik Anak: Berikan Kebabasan Tapi Tetap Diawasi

Sebarkan artikel ini
Galuh Tisna Widiana MPd bersama putri tercinta Dzakira Syamra Assyauqie

Desakita.co – Dalam mengasuh putrinya, Galuh Tisna Widiana MPd warga Desa Brodot Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang bukanlah orang tua yang suka mengekang anak.

Ia memberikan kebebasan untuk melakukan apa saja yang disukai. Namun tetap memberikan pengawasan.

”Semua saya bebaskan, tapi tetap ada pengawasan, lebih baik begitu daripada dia melakukan hal yang kita tidak inginkan secara diam-diam,” kata Galuh.

Dalam penggunaan gadget misalnya, ia tak melarang putrinya bermain gadget.

Baca Juga:  Monitoring Kesiapan Pilkada 2024, Upaya Pemkab Jombang Minimalisir Resiko Kerawanan

Hanya saja tetap ada batasan seperti ketika sedang belajar, atau sedang bersama keluarga.

Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas SDM Posyandu, Cara Pemdes Bareng Jombang Wujudkan Zero Stunting

Begitu juga konten yang diakses sang gadis, Galuh tetap memperhatikan sembari memberikan edukasi mengenai batasan-batasa apa yang boleh dan tidak boleh dilihat.

”Anaknya lebih ke Youtube melalui layar TV, jadi apa yang dia tonton saya juga ikut, jadi dia sendiri tau, apa yang boleh dan tidak boleh dilihat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Peluang Baru untuk Ekonomi Desa! DD Boleh untuk Kopdes Merah Putih, Simak Penjelasan Dinkop UM Jombang

Menurutnya, fleksibel dalam pengasuhan lebih baik. Ia ingin anak-anaknya selalu jujur dan terbuka dengan orang tua.

Membahas semua hal dengan orang tua, sehingga tidak ada hal yang dilakukan secara diam-diam dan menyembunyikannya dengan kebohongan.

Baca Juga:  Cerita Warga Desa Mojowarno Jombang 35 Tahun Jadi Sopir Angkot: Pendapatan Menurun Tergerus Transportasi Online

Baca Juga: Punya Beragam Potensi Unggulan, Pemdes Mojotrisno Jombang Dukung Produk Lokal Naik Kelas

Dalam memberikan pengertian, Galuh juga tak pernah melakukannya dengan nada tinggi.

Pengertian atau nasihat-nasihat diberikan ketika sedang bersantai, sehingga anak lebih nyaman dan tidak merasa tertekan.

”Ya pengertian itu kita bicarakan dengan santai, cukup dikasih tahu saja, anaknya sudah mengerti,” pungkasnya. (wen/ang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *