DesaKita.co – Peringatan Hari Guru Nasional di Kabupaten Jombang meriah. Sekitar 1.500 guru SMA/SMK/SLB negeri maupun swasta tumpah ruah mengikuti jalan sehat yang digelar Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang bersama MKKS SMA/SMK/SLB negeri dan swasta, Sabtu (2911) pagi.
Matahari pagi terasa hangat di halaman SMAN 3 Jombang. Sinar yang jatuh ke wajah-wajah para guru seolah menyatu dengan semangat mereka yang datang mengenakan seragam olahraga, tersenyum, saling menyapa.
Pagi itu, mereka merayakan Hari Guru Nasional dengan kebersamaan.
Begitu peluit dibunyikan, lautan pendidik menyusuri rute jalan sehat. Tawa terdengar bersahutan, kamera ponsel terangkat untuk selfie spontan, dan obrolan ringan mencairkan suasana.
Kemeriahan makin terasa saat puluhan hadiah hiburan dibagikan, dengan sepeda listrik dan lemari es sebagai hadiah utama yang membuat ribuan peserta terus menanti nomor undian mereka disebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jombang, Pinky Hidayati SPsi MPsi, hadir sejak awal acara, mengikuti doa pembuka, senam bersama, hingga melepas peserta jalan sehat.
”Alhamdulillah hari ini (Sabtu) Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang bersama MKKS SMA/SMK/SLB negeri dan swasta menyelenggarakan peringatan Hari Guru Nasional 2025. Kita mulai dengan doa bersama, dilanjut dengan senam dan jalan sehat,” kata Pinky.
Tak hanya olahraga, panggung apresiasi juga digelar. Guru-guru berprestasi menerima penghargaan, disaksikan rekan sejawat. Acara turut didukung Bank Jatim Cabang Jombang.
Dalam suasana hangat itu, Pinky menyampaikan refleksi mengenai kondisi guru di Jombang. Ia mengakui bahwa dari beberapa mata pelajaran, jumlah guru sudah memadai, tetapi kebutuhan di bidang tertentu masih tinggi.
”Untuk beberapa mata pelajaran sudah mencukupi, tetapi masih ada seperti BK (Bimbingan Konseling) atau mata pelajaran produktif yang masih kami butuhkan. Semuanya sudah kami sampaikan ke Dinas Pendidikan Jawa Timur dan diteruskan ke BKD serta BKN. Kita menunggu dibukanya formasi sesuai regulasi yang ada,” imbuh dia.
Menurutnya, pengadaan guru kini sudah sepenuhnya terpusat dan tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh daerah.
Di mata Pinky, guru bukan hanya profesi, melainkan ladang pengabdian. Ia berharap momen Hari Guru Nasional menjadi pengingat akan peran besar pendidik dalam membentuk karakter generasi bangsa.
”Harapan kami, guru-guru di Jombang diberi kesehatan, keselamatan, dan dimudahkan dalam menjalankan tugas. Tidak ada tekanan-tekanan bagi guru. Semua yang dilakukan guru adalah untuk mendidik karakter siswa,” ujar Pinky.
Ia juga menyampaikan pesan moral yang begitu personal dan menyentuh.
”Bapak dan ibu guru, teruslah berbuat baik, bekerja ikhlas dan cerdas. Insya Allah kebaikan akan kembali pada anda dan keluarga. Guru yang hebat, Indonesia kuat. Guru yang kuat, Indonesia hebat. Apa yang Anda lakukan hari ini akan menjadi kebaikan bagi anda di masa depan,” pesannya.
Pihaknya juga menegaskan untuk terus meningkatkan kompetensi guru.
”Kami akan terus melakukan upgrading skill melalui sekolah, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), dan kerja sama dengan pihak luar. Terutama bagi guru yang akan mengampu kecerdasan artificial dan coding. Harapannya, pada 2026 guru sudah siap memberikan materi coding kepada peserta didik,” tutur dia. (fid/naz)












