Desakita.co – Pemerintah Desa (Pemdes) Kampungbaru, Kecamatan Plandaan, terus memperkuat infrastruktur dasar untuk menunjang aktivitas masyarakat. Terbaru, pemdes menuntaskan pembangunan jalan lingkungan rabat beton bertulang di Dusun Kepuh yang selama ini menjadi akses penting bagi warga setempat.
Pj Kepala Desa Kampungbaru Daniel Danang Darmawan mengatakan, pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama yang ditetapkan melalui musyawarah desa (musdes). Lokasi pembangunan diprioritaskan karena memiliki peran vital bagi aktivitas warga sehari-hari. ”Lokasi pembangunan jalan ini telah disepakati bersama melalui musyawarah desa (musdes) karena akses jalan ini tergolong sangat vital bagi penduduk setempat,” terangnya.
Menurut Daniel, pembangunan tersebut merupakan kelanjutan program peningkatan infrastruktur desa setelah sebelumnya pengerjaan serupa dilakukan di Dusun Jember. Pembangunan itu mendapat respons positif dari masyarakat. Pasalnya, kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan dan sudah cukup lama belum mendapatkan perbaikan. ”Keberadaan jalan yang lebih layak diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pemdes Kampungbaru mengalokasikan Dana Desa Mantra dari Pemerintah Kabupaten Jombang sebesar Rp 98.249.503. Anggaran itu digunakan untuk membangun jalan rabat beton bertulang sepanjang 93,8 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 20 sentimeter.
Seluruh proses pengerjaan dilakukan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kampungbaru dengan melibatkan warga setempat dan tenaga ahli. ”Hal tersebut kami lakukan sebagai wujud transparansi anggaran dan pemberdayaan tenaga kerja lokal, sekaligus untuk menjamin kualitasnya,” tuturnya.
Dengan rampungnya pembangunan jalan tersebut, akses transportasi warga kini menjadi lebih baik dan aman untuk dilalui. ”Selain meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, pembangunan akses jalan yang mumpuni sekaligus sebagai upaya mempercepat perkembangan ekonomi di tingkat desa,” tandas Daniel. (dwi/naz)












